LHOKSEUMAWE – Setelah dibuka ketiga kali, pelelangan pengadaan mobil dinas Wali Kota Lhokseumawe sumber dana APBK tahun 2017, membuahkan hasil.

Pantauan portalsatu.com pada situs web Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Lhokseumawe, Selasa, 1 Agustus 2017, paket “Pengadaan Kendaraan Bermotor Penumpang Mobil Walikota Periode 2017-2022” dengan nilai pagu Rp1.290.250.000 dan harga perkiraan sendiri (HPS) Rp1.067.450.000, sudah ditetapkan dan diumumkan pemenang lelang.

Dari 10 peserta lelang, dimenangkan PT. Dunia Barusa yang diumumkan pada 31 Juli 2017 dengan nilai penawaran Rp1.067.450.000, sama seperti HPS. Tahapan lelang saat ini, masa sanggahan, 1-4 Agustus 2017. Sedangkan jadwal teken kontrak, 4-7 Agustus 2017.

Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Lhokseumawe Tri Hariadi dihubungi lewat telepon seluler membenarkan data tersebut. “Ya, sudah ada pemenangnya. Tahapan sekarang masa sanggahan tiga hari terhitung sejak diumumkan pemenang,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, pelelangan pengadaan mobil dinas Wali Kota Lhokseumawe sumber dana APBK tahun 2017 dibuka untuk ketiga kalinya sejak 22 Juli. Mulanya, pelelangan mobil dinas itu dibuka pada 13 Juni. Akan tetapi, sampai berakhirnya masa upload dokumen penawaran, tidak ada calon penyedia yang tertarik mengikuti pelelangan. Lalu, 17 Juni dibuka kembali tahapan lelang. Hasilnya sama, tak ada peserta lelang yang memenuhi syarat.

Untuk diketahui, dalam buku “Peraturan Walikota Lhokseumawe Nomor 32 Tahun 2017 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota Lhokseumawe Tahun Anggaran 2017”, dana pengadaan mobil dinas wali kota ditempatkan di bawah sekretariat daerah, kode rekening 4.01 4.01 03 02 05 5 2 3 03 18. Tertulis “belanja modal pengadaan minibus Rp1,3 miliar”. Pada kolom penjelasan tertulis “Mobil Walikota periode 2017-2022 (1 unit x Rp 1.290.250.000)”. Lihat: Ternyata Mobil Dinas Wali Kota Lhokseumawe Capai Rp1,3 Miliar)

Sekda Lhokseumawe Bukhari AKs., mengatakan, mobil yang akan dibeli untuk kendaraan operasional wali kota jenis Toyota. Dibandingkan mobil dinas yang digunakan wali kota periode 2012-2017, kata dia, harganya tidak jauh beda. “(Yang digunakan saat ini mobil Toyota) Harrier. (Harganya) mendekati (Rp1 miliar) juga,” ujar Bukhari menjawab portalsatu.com, 8 Mei 2017. (Baca selengkapnya: Mengapa Pengadaan Mobil Dinas Wali Kota Capai Rp1,3 M? Ini Kata Sekda)

Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mendesak Pemerintah Lhokseumawe membatalkan pengadaan mobil dinas wali kota senilai Rp1,3 miliar. MaTA menyebut wali kota tidak pantas menggunakan mobil semahal itu di tengah kondisi utang pemerintah kepada pihak ketiga sangat besar. (Lihat: MaTA: Batalkan Pengadaan Mobil Dinas Wali Kota Lhokseumawe Rp1,3 M)

Sosiolog Unimal Dr. Nirzalin, M.Si., berharap pengadaan mobil dinas Wali Kota Lhokseumawe senilai Rp1,3 miliar yang telah dialokasikan dalam APBK 2017, dibatalkan. Pasalnya, hal itu dinilai tidak etis di tengah kondisi Pemerintah Lhokseumawe memiliki utang sangat besar dan masih ada rakyat hidup melarat. “Ini harus dikaji ulang. Harus dilihat tidak dengan kacamata akal, tetapi menggunakan kacamata hati. Jadi, sesuatu yang sifatnya secara etis tidak mungkin, tolonglah jangan dilakukan,” ujar Nirzalin dihubungi portalsatu.com, 13 Mei 2017. (Baca:  Pengadaan Mobil Dinas Wali Kota Rp1,3 M, Tolonglah Jangan Dilakukan!)[] (idg)