LHOKSEUMAWE Sekretaris Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Sejahtera (BPAKS) Kota Lhokseumawe, Hasri Diana mengatakan, kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di kota ini mulai menurun.
Dari data terakhir sampai bulan November tahun 2015 lalu, angka KDRT diLhokseumawe tercatat sekitar 10 kasus, menurun bila dilihat dari tahun 2014 yang mencapai 16 kasus,” ujar Hasri Diana, kepada portalsatu.com, Jumat, 22 Januari 2016.
Menurut Hasri, faktor terjadinya KDRT beragam, namun paling dominan persoalan ekonomi yang menimbulkan sedikit kekacauan dalam rumah tangga berujung kepada kekerasan fisik.
Memang kebanyakan terjadi disebabkan faktor ekonomi. Kasus tersebut sering dialami keluarga yang tingkat ekonominya rendah. Untuk itu, dari laporan-laporan tersebut kita teruskan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) guna ditindaklanjuti sesuai dengan kebutuhan, ujar Hasri.
Hasri menambahkan, dalam kehidupan rumah tangga selalu ada konflik dengan segala tingkatannya. Kata dia, tidak ada keluarga tanpa konflik. Yang membedakan adalah cara mereka menikmati dalam mengelola dan keluar dari konflik tersebut.[]


