TAKENGON – Sebuah buku mengangkat kiprah petani, kinerja penyuluh dan produksi hasil pertanian dari dataran tinggi Gayo Aceh Tengah berjudul “Inspirasi Dari Gayo” resmi diluncurkan.

Peluncuran buku perdana karya seorang penyuluh pertanian, Fathan Muhammad Taufik tersebut dilakukan dihadapan penyuluh dan instansi terkait, Jumat, 22 Januari 2016, di aula Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BPKP) Aceh Tengah.

Hadir pada kesempatan itu, Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin yang juga turut memberi sambutan setelah mendengar pengantar dari Kepala BPKP Aceh Tengah, Sabilul Rasyid dan Fathan selaku penulis buku.

“Awalnya menulis diberbagai media dengan fokus pada penyuluhan, pertanian dan ketahanan pangan, karena itu yang selama ini saya kuasai setelah bekerja lebih dari 26 tahun,” ujar Fathan.

Menurutnya, kegiatan menulis yang dilakoni dilandasi semangat untuk mengangkat kiprah, marwah serta kerja keras penyuluh dilapangan, sehingga diharapkan produktivitas hasil pertanian bertambah seiring dengan meningkatnya kesejahteraan petani.

Ketika berbicara di acara peluncuran buku tersebut, Bupati Nasaruddin mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Fathan dengan merangkum tulisan-tulisannya menjadi satu buku sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Untuk bisa menulis tentu diawali dengan membaca, dan dua kegiatan tersebut akan sangat membantu bidang tugas bagi seorang penyuluh pertanian,” kata Nasaruddin yang juga pernah bertugas sebagai penyuluh.

Menurut Nasaruddin yang saat ini menjabat sebagai ketua Perhiptani Aceh, buku yang dirilis semakin menambah khazanah pengetahuan bidang pertanian dan dapat menjadi inspirasi bagi petani, penyuluh dan masyarakat umum.

Seperti obor

Di mata Ketua Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Wilayah Aceh, Nasaruddin seorang penyuluh pertanian itu diibaratkan seperti obor penerang.

Peran penerang bagi penyuluh tersebut dengan memberi pemahaman bagi petani dan masyarakat tentang seluruh seluk beluk pertanian dan upaya meningkatkan ketahanan pangan yang diharapkan sejalan dengan taraf kesejahteraan masyarakat.

Namun, menurut Nasaruddin untuk dapat menjadi juru penerang yang handal seorang penyuluh harus membekali diri dengan kemampuan yang didapat melalui pemahaman pengetahuan, banyak membaca, terlebih dapat menyalurkannya dalam bentuk catatan serta tulisan.

“Untuk dapat terus menyala, obor perlu bahan bakar, bagi penyuluh bahan bakar itu adalah membaca dan menulis,” ujar Nasaruddin di sela peluncuran buku berjudul Inspirasi dari Gayo karya seorang penyuluh pertanian, Fathan Muhammad Taufik.

Pria yang akrab disapa Pak Nas ini menambahkan membaca dan menulis bagi penyuluh akan menghasilkan inspirasi, imajinasi, kinerja, karya dan inovasi terus menerus, seperti halnya obor untuk menghasilkan api yang menyala dan menerangi tanpa henti harus dipastikan pula ketersediaan bahan bakar yang juga tidak pernah putus.[](Rel)