SIGLI – Komite Pemilihan (KP) Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Pidie, siap menggelar Kongres II untuk memilih Ketua dan Wakil Ketua serta 5 Eksecutive Committee (Esco). Jadwal Kongres dipastikan tanggal 23 – 24 November 2019.
Hal itu dikatakan anggota KP, Saiful Bahri didampingi Ketua Pelaksana Harian Askab PSSI Pidie, Rizwan Abbas dalam konferensi pers, Ahad, 27 Oktober 2019, di Sekretariat Askab PSSI Pidie, Kompleks Terminal Terpadu, Sigli.
“Jika tidak ada kendala, Kongres II Askab PSSI sudah kita tetapkan, 23 – 24 November mendatang,” ujar Saiful Bahri yang mengakui saat ini sedang mempersiapkan segala kebutuhan kongres.
Pihaknya, lanjut Saiful, membuka pendaftaran selama 25 hari sejak 5 hingga 30 Oktober 2019. Namun hingga saat ini belum ada satu pun yang mendaftar secara resmi. “Memang kita tahu ada pasangan calon yang sudah mendeklarasikan maju, namun belum mendaftar ke panitia ” paparnya.
Sementara Ketua Pelaksana Harian Askab PSSI Pidie, Rizwan Abbas, menjelaskan, dalam kongres nantinya selain memilih ketua dan wakil ketua, juga memilih 5 orang Esco yang dicalonkan oleh klub. Para calon harus memenuhi persyaratan sesuai statuta PSSI.
“PSSI punya syarat baru soal pencalonan Ketua dan Wakil Ketua periode 2019-2023, yakni pernah aktif mengelola atau mengurus sepak bola di lingkungan PSSI,” papar Rizwan Abbas yang menjelaskan aturan itu sesuai statuta PSSI hasil Kongres Luar Biasa (KLB) di Ancol pada Juli lalu.
Pada periode sebelumnya, para bakal calon bisa maju dengan membuktikan berkecimpung di dunia sepak bola selama lima tahun.
“Nantinya kita verifikasi berkas para bakal calon yang mendaftar termasuk riwayat keterlibatan dalam sepak bola. Syarat paling basic pernah beraktivitas di klub jajaran PSSI selama 5 tahun meski tidak berturut – turut,” Rizwan menambahkan.
Syarat bakal calon lainnya, harus didukung minimal 10 persen dari jumlah klub anggota PSSI. “Jadi di Pidie perkiraan ada 60 suara atau voters, yakni 58 klub ditambah 1 futsal dan 1 perwakilan wasit. Bakal calon baru bisa mendaftar sedikitnya harus ada dukungan 6 voters. Tanda dukungan harus dibuktikan dengan surat. Dukungan tidak boleh ganda, hanya untuk satu pasangan calon,” tuturnya.
Sedang untuk Esco, setiap klub minimal bisa mengajukan 1 orang dan maksimal 5 orang. Bahkan setiap klub dibolehkan mengusulkan orang sama dengan klub lainnya. “Hasil votingnya baru kita lihat 5 orang teratas yang berhak duduk sebagai Esco,” pungkasnya.
Seperti diketahui kepengurusan Askab PSSI Pidie periode 2015 – 2019 baru akan berakhir 30 Desember 2019 mendatang. Namun kongres dipercepat mengingat kekosongan ketua sepeninggal Nazar Adam yang sudah memimpin Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Aceh sejak beberapa bulan lalu. Juga mengingat Pidie sebagai tuan rumah pelaksanaan PORA 2020 mendatang.[]
Penulis: Zamah Sari




