BANDA ACEH – Fraksi Partai Aceh telah resmi memilih Iskandar Usman Al Farlaky sebagai ketua. Pengangkatan ini sesuai dengan surat usulan Partai Aceh kepada DPRA, yang ditandatangani H. Muzakir Manaf beberapa waktu lalu.

Iskandar sebelumnya menjabat sebagai Ketua Badan Legislasi DPR Aceh. Sebenarnya, apa target prioritas Fraksi Partai Aceh di parlemen yang akan dilakukan sejak dipimpin Iskandar Al Farlaky?

“Mengawal UUPA,” kata politisi asal Peureulak, Aceh Timur ini, menjawab portalsatu.com, Selasa, 2 Mei 2017.

Seperti diketahui, UU Nomor 11 tahun 2006 merupakan misi utama Partai Aceh dalam perpolitikan daerah. Karena itu, mengawal implementasi MoU Helsinki tersebut bukan hal baru bagi partai lokal yang dibesut mantan kombatan GAM tersebut termasuk di parlemen.

“Target prioritas Fraksi PA lainnya adalah fokus pada peningkatan ekonomi, mendoromg terwujudnya regulasi lapangan kerja dan kesejahteraan pekerja,” kata Iskandar lagi.

Selain itu, Fraksi PA akan mendorong pemerataan pembangunan yang berkelanjutan, konsolidasi internal, dan peningkatan kinerja di seluruh bidang pekerjaan legislatif.

“Termasuk pendidikan, korban konflik, dan mendorong pemerintah menuntaskan MoU Helsinki,” kata mantan aktivis tersebut.

Lalu bagaimana posisi Fraksi PA di parlemen pasca terpilihnya Irwandi Yusuf sebagai Gubernur Aceh di masa mendatang? Iskandar mengaku pihaknya belum mengambil sikap terkait hal tersebut.

“Sampai sekarang kita belum mengambil sikap ke arah sana. Ini membutuhkan kajian-kajian yang panjang. Kami akan menunggu bagaimana kebijakan dari pimpinan partai.”[]