BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S. Djambak malam tadi resmi menutup Aceh Police Expo yang digelar sejak 8-12 Juli 2017.
Kegiatan yang digelar selama lima hari tersebut telah mengundang antusias warga yang penasaran pada expo tersebut. Terbukti kegiatan yang dilaksanakan untuk memeriahkan HUT ke-71 Bayangkara itu menarik perhatian ribuan pengunjung dari berbagai kabupaten/kota di Aceh untuk melihat secara langsung acara dan pameran yang ditampilkan dari berbagai stan yang tersedia.
Kapolda Aceh, Irjen Pol. Rio S. Djambak melalui Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Goenawan, mengakui ada beberapa stan yang sangat ramai dikunjungi selama pergelaran ini dilaksanakan.
Ada satu hal yang menarik bagi saya dan kita semua, yaitu stan Satuan Brimob Polda Aceh. Jadi masyarakat ini diizinkan untuk memakai helm pelindung, kemudian pakai rayban, body system, dan boleh memegang senjata terbaru milik Satuan Brimob Polda Aceh, dan masyarkat sangat bangga dan senang. Di situ bisa merasakan memegang senjata api, jelas Kombes Pol Goenawan, Rabu, 12 Juli 2017.
Sehubungan dengan itu, Humas Polda juga menjelaskan, selain stan milik Satuan Brimob Polda Aceh, Stan TNI AU, TNI AD, Polresta Lhokseumawe, dan Direktorat Narkoba juga ramai dikunjungi oleh warga. Hal ini karena stan-stan tersebut memiliki ciri khas yang menarik minat masyarakat.
Kemudian saya juga lihat di stan TNI AU. Masyarakat bisa mencoba simulator landing dan take off pesawat melalui monitor layar simulasi, kemudian Stan TNI AD juga demikian, jelasnya.
Di stan Polres Lhokseumawe, yaitu ada Bang Napi. Kemudian di stan Direktorat Narkoba, yang di situ memamerkan contoh-contoh ekstasi, sabu-sabu, pohon ganja, dan bisa bertanya sebanyak-banyaknya, jelasnya lagi.
Kombes Pol. Goenawan mengatakan, selain untuk memperingati Hut Bayangkara, kegiatan tersebut tidak lain juga sebagai ajang untuk mendekatkan polisi kepada rakyat dan menghibur masyarakat.
Ya betul, ini kan sekaligus dengan memeriahkan hari Bayangkara, Polda Aceh ingin menghibur masyarakat kita, kata Humas Polda Aceh.
Yang kemarin (sewaktu pembukaan) tarian-tarian itu, tarian kolosal (tarian massal) di mana bersatu padunya polisi dan masyarakat. Nah ini implementasi yang tampak di sini, masyarakat begitu antusias dan senang ternyata terbukti, sampai malam terakhir berjubel masyakat kemarin, katanya lagi.
Dihadirkan berbagai macam tarian, musik band lokal dan ibu kota, dihadirkan ke sini semua. “Ternyata kemarin saya survei, pengunjung bukan hanya dari Banda Aceh saja, tetapi justru dari kabupaten kota lain juga. Ada dari Langsa, Aceh Selatan, dan lainnya di mana disempat-sempatkan untuk melihat Aceh Police Expo ini.”[] (*sar)

