LHOKSUKON – Ulama asal Bireuen, Teungku Muhammad Yusuf atau Tu Sop mengisi tausiah (ceramah) di Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon, Aceh Utara, dalam rangka mengenang 13 tahun tragedi tsunami, Senin, 25 Desember 2017 malam. Zikir akbar itu diikuti ribuan jemaah.

Dalam ceramahnya, Tu Sop mengajak semua kalangan masyarakat bahu-membahu menegakkan Syariat Islam. Masyarakat juga diimbau memperbanyak ibadah agar jauh dari bala dan musibah.

“Kita manusia harus menjaga diri dan menjaga sanak keluarga untuk tidak berbuat maksiat. Malam ini, kita peringati 13 tahun tsunami untuk mengambil iktibar agar kehidupan kita ke depan menjadi lebih baik,” kata Pemimpin Dayah Babussalam Al-Aziziyah, Jeunieb, Bireuen itu.

Tu Sop menyebutkan, ilmu ibadah tidak akan pernah hancur oleh hancurnya bumi dan juga tak akan hilang akibat kematian. “Untuk mengambil iktibar itu tergantung ilmu pengetahuan masing-masing dan juga hati yang bersih,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib juga mengajak masyarakat untuk mengenang tragedi tsunami agar lebih mendekatkan diri kepada Allah swt.

“Sebenarnya malam ini saya agak sedikit kecewa, karena jamaah yang hadir sangat sedikit. Intinya kembali ke dasar, terpenting adalah mari kita menjaga diri masing-masing dan mendoakan suadara kita yang telah meninggal pada musibah tsunami,” kata Muhammad Thaib.[]