Minggu, Juli 14, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
BerandaIni Tuntutan JPU...

Ini Tuntutan JPU Terhadap Tiga Terdakwa Kasus Pabrik Sabu di Aceh Utara

LHOKSUKON – Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara, menggelar sidang peracikan produksi sabu dengan agenda tuntutan, Rabu, 8 Maret 2017. Tiga terdakwa yang dihadirkan diduga memproduksi sabu di Gampong Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

Sidang dipimpin majelis hakim yang diketuai Abdul Wahab, MH, didampingi dua hakim anggota, Fitriani SH dan Bob Rosman SH. Tiga terdakwa hadir dengan didampingi penasehat hukum, Abdul Aziz, SH. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ivan Damarwulan, SH dan Muhammad Heriansyah, SH membacakan materi tuntutan secara bergantian.

Terdakwa Muzakir alias Zakir alias Jack, 34 tahun, warga Lhoksukon, dituntut 20 tahun penjara. Ia juga berstatus narapidana di Lapas Lhokseumawe atas kasus narkotika. 

Dua terdakwa lainnya dituntut masing-masing 18 tahun penjara, yaitu, Muldani alias Dani, 35 tahun, warga Banda Aceh dan Edy Subhan alias Sidi, 35 tahun, warga Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

Dalam materi tuntutannya, JPU membeberkan keterlibatan Edy dan Muldani yang belajar meracik sabu dari Muzakir, yang mendekam di Lapas Lhokseumawe. Bahkan keduanya sering melakukan video call dengan Muzakir dalam proses peracikan sabu tersebut. Hingga akhirnya mereka ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, 13 Agustus 2016 lalu, di rumah Edy Subhan yang dijadikan sebagai pabrik sabu.

Dalam kasus itu, Muzakir ditangkap terpisah dua hari kemudian. Muzakir ditangkap di Lapas Lhokseumawe karena diduga telah mengajarkan Edy dan Mulyadi membuat sabu. Ketiga terdakwa dinyatakan telah melanggar Pasal 129 Huruf b, Jo Pasal 132 UU No 31 tahun 1999 tentang narkotika.

Usai mendengarkan pembacaan materi tuntutan dari JPU, majelis hakim memberikan kesempatan agar penasehat hukum terdakwa menyampaikan pembelaan.

“Kami mohon waktu seminggu untuk menyusun materi pembelaan. Kami akan menyampaikan pembelaan pekan mendatang,” ujar Abdul Aziz, SH. 

Majelis hakim pun memutuskan akan melanjutkan sidang pada Rabu, 15 Maret 2017 mendatang, dengan agenda mendengarkan pembelaan dari penasehat hukum terdakwa atas tuntutan JPU. []

Baca juga: