BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal mengatakan, tugu Simpang Lima Banda Aceh akan direvitalisasi karena ada salah satu ornamennya yang menyerupai simbol agama lain hingga banyak menuai protes.

Tugu Simpang Lima Banda Aceh yang dibangun Bank Bukopin telah dihancurkan tengah malam tadi. Rencananya akan dibangun tugu pengganti yang menjadi ikon Kota Banda Aceh.

Hal itu disampaikan Illiza di sela-sela menghadiri kegiatan sunatan massal bagi yatim piatu yang dibuat DPD KNPI Banda Aceh Aceh di Kantor KNPI Banda Aceh, Minggu, 26 Juni 2016.

Lebih lanjut Illiza mengatakan, pihaknya sudah meminta pihak Bank Bukopin Aceh dan sudah dilanjutkan ke Pusat terkait revitalisasi tersebut. “Tugu itu sudah menuai protes lantaran ornamennya seperti menyimbulkan agama lain,” kata Illiza. Namun Illiza tidak merincikan simbol yang dimaksud.

“Kita sudah melihat tugu tersebut  mulai dikerjakan dan mudah-mudah cepat selesai.”

Ia juga mengatakan, pihaknya tidak akan memperluas tugu karena lokasinya berada di persimpangan dan pusat kota. Untuk ornamen, nantinya akan diberikan ornamen pintu Aceh yang bertuliskan Asmaul Husna. Beberapa air mancur juga akan ditambahkan untuk memperindah tugu. Yang merancang tugu itu kata Illiza merupakan arsitek Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

“Tugu itu nantinya diharapkan akan menjadi simbol bagaimana kita membangun peradaban Islam yang dimulai dari pusat kota. Dan tugu itu tidak lagi dimanfaatkan hal yang tidak baik.”

Illiza menambahkan, nantinya ada beberapa tugu yang akan dilakukan peremajaan salah satunya tugu pesawat Seulawah yang ada di Blang Padang dan Tugu Tauhid yang berada di Ulee Lhueu. Semua gerbang pintu masuk Banda Aceh juga akan direvitalisasi.

“Mudah-mudahan wajah Kota Banda Aceh semakin hari kian baik lagi,” ujar Iliza.[](ihn)