BANDA ACEH – Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menduga penyebab keterlambatan pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (RAPBA) 2017 lantaran banyaknya “proyek liar”. Proyek-proyek yang lahir di luar perencanaan itu dananya mencapai ratusan miliar.

“Kita temukan penyebab telatnya proses pengesahan APBA (2017) karena adanya proyek-proyek di luar perencanaan yang timbul menjelang akhir tahun (2016). Proyek ini bahkan menghabiskan dana mencapai Rp605 miliar,” kata Hafidh, Kepala Bidang Advokasi Anggaran dan Kebijakan Publik MaTA kepada portalsatu.com, Rabu, 18 Januari 2017.

Hafidh menyayangkan Pemerintah Aceh dan DPRA yang tidak pernah berubah ke arah lebih baik dalam hal penetapan waktu pembahasan hingga pengesahan APBA hampir saban tahun.

“Sejak tahun 2005, proses pengesahan APBA ini selalu terlambat, kecuali tahun 2014 yang terbilang tepat waktu. Ini sangat disayangkan. Kenapa pemerintah tidak pernah belajar untuk berubah,” kata Hafidh.[]

Laporan Muhammad Saifullah