LHOKSEUMAWE – Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi'i mengadakan Musyawarah besar (Mubes) di Balai Tinggi Darul Mukminin, Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, 7 Maret 2019.
Acara dibuka oleh Pimpinan Tarbiyah Islamiyah (Tarbiah Islamiah) Mazhab Syafi'i, Tgk. H. Usman Ibni Abdillah (Abati Banda Dua), yang dihadiri seluruh perwakilan Balai Tarbiah wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara, dan juga unsur Pemerintah Kota Lhokseumawe yaitu Camat Muara Dua, Heri Maulana, S.IP., M.S.M.
Abati Banda Dua membacakan beberapa instruksi kepada seluruh jama'ah, yaitu tentang: 1. Haul wafat Imam Syafi'i tahun ini; 2. Pembentukan ICMIA (Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia AsySyafi'iah), IWMA (Ikatan Wanita Muslimah AsySyafi'iah), IPMA (Ikatan Putri Muslimah AsySyafi'iah) di seluruh tempat yang telah bergabung bersama Tarbiah, karena tiga hal tersebut berada di bawah naungan Tarbiah yaitu membina moral dengan menggemakan pengajian Kitab Kuning dan Alquran.
“Dan segala sesuatu yang berhubungan dengan Tarbiah itu instruksi saya, karena saya pimpinannya. Namun demikian, setiap jama'ah Tarbiah yang telah bergabung harus bersikap lemah lembut dan berakhlak mulia, saling menghormati sesama jama'ah. Dalam Tarbiah tidak ada ketua dan wakil, hanya ada pimpinan, yaitu saya sendiri,” ujar Abati Banda Dua.
Sementara itu, pada sesi pembahasan, Tgk. Saifuddin Yunus (Pon Pang/mantan Ketua DPRK Lhokseumawe), yang merupakan jama'ah Balai Gampong Meunasah Mee, Kandang, mempertanyakan mengenai waktu dan tempat perhelatan Haul wafat Imam Syafi'i.
Disepakati Haul akan dilaksanakan pada 2 April 2019, karena bertepatan dengan bulan Rajab wafatnya Imam AsySyafi'i. Lokasinya pelaksanaan Haul di Gampong Meunasah Mee, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. “Alasannya (pertimbangannya), Wali Kota sudah memberikan (lokasi Balai Tarbiyah di gampong itu) untuk menjadi milik kita,” kata Abati.
Camat Maura Dua, Heri Maulana, mengatakan Meunasah Mee masuk ke dalam wilayah pemerintahannya. Maka persiapan harus dimulai dari sekarang, di mana Kota Lhokseumawe sudah mendeklarasikan diri sebagai Kota Tarbiah Islamiah Mazhab Syafi'i, beberapa tahun lalu, tepatnya Sabtu, 5 September 2015, yang dihadiri unsur Muspida.
Apalagi, kata Camat, seiring dengan perkembangan Balai-Balai Tarbiah semakin banyak. Tanpa menunggu perintah resmi Wali Kota, sebagian masyarakat merasa ini sangat penting dan tidak dapat ditunda, karena masalah degradasi moral yang selama ini dikhawatirkan, diharapkan akan dapat terselesaikan dengan konsep Tarbiah.
Hal ini sangat beralasan dengan acuan yang ditinggalkan oleh ulama-ulama besar yang oleh Abati Banda Dua membangkikan kembali pola belajar-mengajar di atas balai-balai kecil. “Sehingga sangat memungkin bagi kita yang sibuk dengan berbagai rutinitas tentu terekfektifnya waktu untuk belajar,” ujarnya.
“Dengan bilik-bilik kecil secara otomatis mengarah pada metode talaqqi yang sudah diterapkan semenjak Rasulullah SAW. Metode belajar ini juga meleluasakan kita yang telah lama tidak tersentuh dengan Alquran, tidak merasa canggung atau malu walaupun tidak dapat membaca Alquran, padahal sudah berkepala tiga bahkan lebih,” ucap Heri Maulana.
Menurut Heri, semakin banyak balai berdiri semakin besar pula kesempatan para alim, cerdik pandai dan kader dayah, yang selama ini menimba ilmu untuk diteruskan di tengah-tengah masyarakat.
“Semangat Wali Kota untuk menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwal) khusus tentang ini perlu didukung dan dipacu. Agar setiap gampong di seluruh Kota Lhokseumawe membangun balai-balai kecil di bawah naungan Tarbiah Islamiah Mazhab Syafi'i. Manyoritas masyarakat dalam belajar dan beramal bermazhab Syafi'i tentu tak ada halangan dalam penerapannya,” ujar Heri.
Atas perintah Wali Kota, kata Heri, Kecamatan Muara Dua untuk menjalankan program ini, “Saya tinggal melanjutkan apa yang telah ada. Ini adalah masuk ke dalam program prioritas pemerintah, terkhusus saat ini pemerintahan Kecamatan Muara Dua. Kita akan mengupayakan untuk memberikan satu gampong satu balai, kemudian akan diteruskan sendiri oleh pemerintahan gampong sesuai kebutuhan mereka. Proses pembuatannya akan dipusatkan di Meunasah Mee. Nantinya akan kita kirim ke setiap gampong yang diiringi pawai seluruh jama'ah,” tegas Heri.
Dengan membawa bendera Tarbiah, kata Heri, ini untuk semangat kebersamaan agar terbangun uhkwah Islamiyah. “Maka beranjak dari manfaat dan kemaslahatan yang sangat besar ini, jama'ah menyimpulkan penting pada acara Haul nanti diundang seluruh elemen tingkatan pemerintahan,” tutur Camat Muara Dua itu.[]
Penulis: Armia





