Kamis, Juli 25, 2024

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...

Hendry Ch Bangun Tanggapi...

JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Hendry Ch Bangun menegaskan,...

Puluhan Personel Polres Aceh...

LHOKSUKON - Polres Aceh Utara melakukan tes narkoba melalui metode tes urine menggunakan...
Beranda‘’Inilah Muda Balia...

‘’Inilah Muda Balia Sebenarnya, Belum ke Singapura dan Cina, Belum Dapat Rekor MURI’’

BANDA ACEH – Sebuah peristiwa penting dalam perjalanan seni tutur Aceh telah terjadi tadi malam. Anak kandung sekaligus murid langsung dari pencipta seni tutur penghikayat Dangderia, Mak Lapee, hadir di Banda Aceh.

Ia berhikayat Dangderia di PentaSagoe, Taman Seni dan Budaya Aceh, Banda Aceh, 16 April 2016, malam.

Dialah Muda Balia, dari Blang Manggeng, Kecamatan Manggeng, Aceh Barat Daya (dulu Aceh Selatan). Ia kawan seperguruan Teungku Adnan PMTOH, yang berguru pada ayah dari Muda Balia, Mak Lapee.

Pada tampilan pertamanya tadi malam, Muda Balia mengisahkan, dirinyalah Muda Balia yang sebenar, bukan yang selama ini dikenal di Aceh, terutama pantai Utara Timur.

“Saya belum diundang ke Singapura atau Cina, tapi inilah saya Muda Balia yang sebenarnya, yang dikenal sebagai Muda Balia di Pantai Barat dan Selatan Aceh, bukan yang selama ini diketahui di sini. Nama ini diberi sejak saya masih bayi,” katanya dalam bahasa Aceh bersajak, pada permulaaan pertunjukan.

Pada mula tampilan tersebut, suaranya sedikit gugup disebabkan emosi karena namanya dipakai orang dan digunakan di mana-mana.

Waktu yang terbatas membuat Muda Balia hanya bisa tampil beberapa saat, dipersingkat lagi dengan selingan seni rateb meuseukat dan rapai saman (geleng).

Setelah acara usai, M Yusuf Bombang (Apa Kaoy) sebagai ketua Panitia membuka tanya jawab antara Muda Balia dengan para seniman dan pemangku jabatan seni yang hadir.

Kepala Dinas Kebudayaan Aceh Reza Fahlevi, Seniman debus Jal Debus, penulis Barlian AW, guru Teater Rasyidin, dan beberapa orang lainnya yang hadir ikut memberikan pendapatnya.

Kepala UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh, Suburhan, mengatakan, kini sudah diketahui bahwa inilah Muda Balia yang sebenarnya, namun untuk kemaslahatan umat, yang satu lagi jangan juga disebut palsu.

“Kita harus benarkan sebutan, saran saya, mungkin yang satu Muda Balia dari Manggeng, yang ini, dan satu lagu Muda Balia dari Bakongan,” katanya.

Apa Kaoy, selaku pemandu tanya jawab setelah MC undur diri karena acara resmi telah habis, menjelaskan usulan Suburhan.

“Benar, mereka jangan kita saingkan, tapi kita sandingkan. Memang ini ironis, tapi, inilah Muda Balia sebenarnya,” katanya.

Pada acara bersejarah yang dihadiri seratusan orang ini, turut terlihat Moritza Thaher, Nab Bahany As, D Kemalawati, Helmi Hass, Zulfikar, Tejo, Wildan, Nazar Shah Alam, dan beberapa seniman lainnya.[]

Baca juga: