BANDA ACEH – Enam Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) masih “rapor merah” realisasi keuangan APBA 2016. Lima SKPA realisasi keuangannya di bawah 25 persen, sedangkan 1 SKPA belum mencapai 35 persen.

Pantauan portalsatu.com/ pada laman resmi Unit Percepatan dan Pengendalian (P2K) APBA, Senin, 22 Agustus 2016, APBA dengan pagu Rp12,874 triliun, realisasi keuangan per SKPA sampai 19 Agustus, 47,98 persen dari target hingga 31 Agustus, 50 persen.

Lima SKPA “rapor merah” (realisasi keuangan di bawah 25 persen) ialah Dispora 23,3 persen, Cipta Karya (Cika) 21,4 persen, UKM 18,9 persen, Sumber Daya Air (SDA) 18,1 persen, dan Disbun 11,9 persen. Satu SKPA lainnya di bawah 35 persen, yaitu Biro Ekonomi (Ekon) 32,2 persen.

Berdasarkan data pantau lelang APBA 2016, dari total 1.162 paket/Rp2,85 triliun/40 SKPA, untuk lelang umum 1.020 paket/Rp2,383 miliar/38 SKPA, “rapor merah” (belum serahkan dokumen 10 paket). Rinciannya, Keswan 5 paket, Disbun, Disdik, DPKA, Dispora, dan UKM masing-masing 1 paket. Belum tayang 39 paket, yakni Disdik 17, Disbun 9, SDA 7, Distan 5 dan Keswan 1.

Sedangkan Ecatalog/PKL 142 paket/Rp245,4 miliar/26 SKPA, “rapor merah” (belum pesan 22 paket). Rinciannya, Disdik 11, Distan 9 dan UKM 2 paket.

Sementara itu, data pantau lelang Otsus kabupaten/kota 2016, total 1.888 paket/Rp2,13 triliun/23 kabupaten/kota. Belum tayang 170 paket, paling banyak Aceh Besar 42, Agara 21, Lhokseumawe 18, Aceh Barat dan Aceh Jaya masing-masing 12 paket. Sedangkan kabupaten/kota lainnya 2 hingga 9 paket.[] (idg)