TAKENGON – Masyarakat Desa Kuyun, Kecamatan Celala, Aceh Tengah menuntut reje (geuchik) mundur dari jabatannya. Permintaan itu disampaikan ratusan warga yang menggelar aksi demo di halaman kantor DPRK Aceh Tengah, Senin, 22 Agustus 2016.
“Reje dan seluruh aparatur Desa Kuyun harus dicopot, mereka sudah sekongkol untuk korupsi,” teriak koordinator aksi Maulina dalam orasinya di hadapan perwakilan anggota dewan.
Massa menuding reje dan aparatur desa telah memperkaya diri dengan dana desa dan Bantuan Keuangan Pemakmu Gampong (BKPG).
Warga menyebut tidak transparannya penggunaan dua sumber dana desa itu telah berlangsung sejak 2012-2015.
Koordinator aksi Maulina mengatakan, persoalan itu sudah dimusyawarahkan di tingkat kecamatan. Selain itu, telah dilaporkan kepada pihak kepolisian, tetapi hingga aksi digelar, belum ada penyelesaian.
“Segala sesuatu tindakan di desa terkait penggunaan dana desa dan BKPG tidak pernah dimusyawarahkan,” kata Abdullah, warga Kuyun lainnya.
Dugaan penyelewengan penggunaan dana desa yang dikalim warga seperti pembelian satu set tratak, satu unit traktor, dan dua genset.
“Barang-barang itu tidak ada. Belum lagi pembangunan yang tidak sesuai rancangan, kalau tidak percaya silakan cek saja,” kata koordinator aksi Maulina.
Pantauan di lapangan, dalam aksi demo itu kaum ibu juga membawa anak-anaknya. Warga Kuyun tiba di halaman DPRK setempat sekitar pukul 10:30 WIB menggunakan sepeda motor.
Hingga berita ini dikirim ke redaksi, perwakilan masyarakat bersama anggota dewan dan Camat Celala Erwin Pratama tengah melakukan mediasi di ruangan DPRK Aceh Tengah.[]

