Oleh Taufik Sentana*

Bulan Ramadan menjadi ruang khusus bagi hamba hamba Allah yang terus berdoa. Maka wajar, bahwa ayat yang berkaitan dengan Ramadan juga dikaitkan dengan doa seorang hamba. Ini menunjukkan kepada kita agar setiap waktu di Ramadan ini mesti selalu kita isi dengan doa dalam bentuk zikir lisan ataupun dengan waktu khusus.

Dalam hal doa ini ada beberapa rahasia kecil yang sering kita abaikan. Dengan mengetahuinya kita mungkin akan lebih bersemangat dalam berdoa. Yaitu,

1. Doa sebagai bentuk zikir kepada Allah dalam setiap kondisi.

2. Doa membangun keterhubungan kita dengan Allah.

3. Doa mengundang Rahmat Allah dalam aktifitas kita. 

4. Doa kita menjadi bentuk ibadah lisan, sehingga nanti akan ditampakkan dalam Mizan/timbangan Allah. Sehingga kita tidak perlu kecewa bila menurut kita doa itu belum dikabulkan.

5. Allah suka melihat kita mengadu dan meminta kepadaNya

6. Doa yang kita anggap tak dikabulkan bisa jadi dikonversi Allah dalam wujud yang lain seperti kesehatan, persahabatan dan keselamatan serta pahala di hari akhir nanti.

7. Doa dan lafaz lisan yang kita sampaikan langsung “naik” ke langit tanpa dibawa oleh malaikat. Maka sesuaikanlah doa itu dengan keadaan kita masing masing.

8. Sebaik baik doa diantaranya adalah yang berisi pujian padaNya: Segala puji bagiMu dalam setiap keadaan. Kalimat ini mendorong kita untuk selalu bersyukur dan bersangka baik.

9. Bahkan doa dianggap sebagai otaknya ibadah, atau “saripati”nya ibadah. Sehingga dengan berdoa, kita telah menunjukkan sikap hamba yang baik seiring dengan amal ketaatan lainnya yang mendukung terkabulnya doa tadi.

Demikianlah diantara rahasia dari setiap amalan doa yang kita panjatkan. Semoga menambah khazanah kita dalam menjalani hidup yang lebih bahagia, dunia dan akhirat.[]

*Ikatan Dai Indonesia Aceh Barat.