Oleh Taufik Sentana*

Sebagai pengantar awal, kita tunjukkan dulu makna tadabbur, bahwa kata “tadabbur” berkorelasi pada pemahaman ayat Alquran, konteks dan relevansinya dalam keseharian kita. Ini berbeda dengan kata “tafakkur”, yang berkorelasi pada memahami ayat non teks, atau seluruh ciptaan Allah. Jadi bila ada ungkapan ” tadabbur alam”, maka itu suatu kesalahan secara kaidah bahasa.

Pada forum kecil ini, kita mencoba praktik tadabbur dari firman Allah dalam surat Al Jasyiah ayat 1-15 (Juz 25, terdiri dari 37 ayat). Langkah pertamanya adalah dengan memahami struktur makna /tema umum dalam runtut ayat di atas. 

Yaitu diawali dengan  jaminan bahwa Alquran ini diturunkan dari Allah Yang Maha Perkasa dan Bijaksana, lalu diakhiri pada ayat 15, bahwa semua akan dikembalikan kepada Allah untuk menerima balasan.

Selanjutnya, pada ayat 3-5, menerangkan tentang tanda kebesaran Allah dalam penciptaan langit dan bumi, diri manusia, pergantian siang-malam, turunnya hujan dan pergerakan angin. 

Catatan menariknya dalam struktur awal ini adalah dengan adanya frasa khusus di tiap akhir ayat (3-4): yaitu, bagi mereka yang beriman dengan penuh (mukmin), bagi mereka yang yakin dan bagi mereka yang menggunakan akalnya secara benar.

 Disini tampak klasifikasi dalam proses membenarkan Alquran yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. Mereka langsung beriman tanpa ragu. Kedua, memiliki rasa yakin dan ketiga, mereka sampai pada iman dengan tahapan akal dan bernalar lewat indikasi indikasi.

Pada ayat setelahnya (6-11), menerangkan tentang kecelakaan  bagi siapa saja yang mengingkari tanda kebesaran Allah dan menolak Alquran, termasuk  mendustakan kenabian Muhammad SAW dan mengolok-olok ajarannya. Bagi mereka adalah azab yang hebat dan pedih, menghinakan dan dijanjikan neraka jahannam yang mengintai.

Sedangkan pada lanjutan ayat 12-13, Allah kembali menunjukkan kebesaranNya lewat laut dan manfaatnya bagi manusia serta menundukkan  pula yang di langit dan bumi, agar manusia bersyukur dan terus berfikir tentang tanda kebesaran Allah.

 Sedang di ayat 14-15, Allah menjamin balasan yang setimpal bagi siapa saja sesuai amal mereka, “kepada Tuhanmulah kamu semua akan dikembalikan.”

Sesi ini kita tutup dengan catatan bahwa  apa yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW dan seluruh penciptaan alam adalah tanda kebesaran Allah. Adapun tahapan dan sikap yang diminta dari kita adalah, pertama, semakin beriman.Kedua, menambah keyakinan, menggunakan akal, bersyukur dan terus berifikir serta mengarahkan orientasi kita pada hari kebangkitan, “kebaikan dan keburukan akan kembali kepada diri masing-masing”.

Demikianlah sekelumit tentang model tadabbur ayat yang bisa penulis sajikan. Kiranya perlu perbaikan sana-sini dari khlayak sekalian agar catatan ini semakin baik.[]

*Ikatan Dai Indonesia Aceh Barat