BANDA ACEH – Wakil Ketua DPR Aceh, Teuku Irwan Djohan, meminta kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota agar segera melunasi tunggakan listriknya kepada PLN Aceh. Pasalnya, hal itu sering dijadikan alasan oleh PLN Aceh sebagai salah satu penyebab putusnya arus listrik.
“Saya mohon kepada Pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Aceh yang masih punya tunggakan listrik ke PLN, terutama yang jumlahnya mencapai puluhan miliar rupiah untuk segera menganggarkan pelunasan utang tersebut, agar PLN tidak punya alasan lagi,” kata Irwan Djohan, Selasa, 4 April 2017.
Seperti diketahui, arus listrik di Provinsi Aceh dalam beberapa hari terakhir terganggu. Pemadaman listrik sering dilakukan PT PLN Aceh yang meliputi hampir seluruh wilayah Aceh. Tak jarang, di satu area terjadi dua kali pemadaman dalam sehari dengan rentang waktu lumayan lama.
“Baro beungoh dipeumate lampu. Beuklam pih dipeumate lampu rap suboh baroe hu,” ujar Badruddin, salah satu warga Baitussalam, Aceh Besar, kepada portalsatu.com.
Banyak warga yang mengeluhkan pemadaman listrik tanpa alasan jelas dari pihak PLN Aceh. Buntut kekesalan warga Aceh bahkan dapat dilihat dari beragam komentar miring terhadap PT PLN Aceh di lini masa.
Sebelumnya, Irwan Djohan dalam siaran persnya kepada portalsatu.com mengaku juga telah beberapa kali berkomunikasi dengan pihak PLN Aceh, mulai dari masa Sulaiman Daud hingga kepemimpinan Bob Sari. Dalam beberapa kali komunikasi pihaknya dengan PT PLN Aceh, Irwan kerap menanyakan persoalan yang dihadapi PLN Aceh sehingga tidak mampu memberikan pelayanan normal dalam penyediaan listrik kepada masyarakat.
“Dalam beberapa kali pertemuan dengan GM PLN Aceh, saya selalu tanyakan apa yang bisa dilakukan oleh Pemerintah Aceh untuk membantu PLN dalam penyediaan listrik kepada masyarakat, tapi tidak ada jawaban yang jelas dan sampai tiga orang GM PLN berganti, belum ada peningkatan bahkan semakin mengecewakan,” ujar Irwan.[]



