BLANGKEJEREN – Intek irigasi dan saluran di Desa Tunggel, Kecamatan Rikit Gaib, Kabupaten Gayo Lues yang dibangun tahun 2021 rusak parah akibat diterjang banjir luapan sungai Tripe. Irigasi itu kini tidak berfungsi lagi.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues H. Ibnu Hasim, Kamis, 3 November 2022, mengatakan untuk pembangunan Intek Irigasi Tungel menelan biaya kurang lebih Rp24 miliar dari dana hibah pemerintah pusat untuk penanggulangan bencana alam. Sedangkan untuk pembangunan saluran menelan dana sekitar Rp2 miliar dari APBK Gayo Lues.
“Kegiatan tersebut adalah program penanganan bisa alam, dan kita sangat menyayangkan karena tidak dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sesuai tujuan program,” katanya melalui pesan WhatsApp sembari mengirimkan beberapa foto kerusakan.
Padahal, kata Ibnu Hasim, tujuan dari program itu sangatlah baik, yaitu bagaimana penanganan bencana sehingga objek yang terkena bencana tersebut bisa pulih dan dapat kembali digunakan, serta bermanfaat bagi masyarakat.
“Bila kita amati kegiatan ini tidak ada korelasinya dengan penanganan bencana, hal ini ditandai dengan tidak adanya sedikitpun manfaat untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya.
Di samping tidak bermanfaat kepada kepentingan masyarakat, lanjut Ibnu Hasim, mutu bangunan tersebut belum berumur satu tahun sudah runtuh. Hal itu perlu menjadi kajian untuk apa sebenarnya kegiatan tersebut.
“Apakah hanya sekadar menghabiskan anggaran atau untuk kepentingan tertentu. Oleh karenanya, harus bersama-sama kita mengawalnya,” ujarnya.
Kepala BPBD Gayo Lues Suhaidi belum memberikan penjelasan terkait kerusakan Irigasi Tunggel. Ssaat dihubungi melalui telepon WhatsApp tidak aktif.
Sementara Saleh, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Irigasi Tunggel, sudah memerintahkan pihak rekanan untuk melakukan perbaikan terhadap pekerjaan yang terdampak bencana banjir bandang.
“Pekerjaan itu akan diperbaiki setelah debit air sudah surut, dan saat ini pekerjaan saluran baru dibayarkan ke pihak rekanan 60% , dan harapan rekanan agar pemerintah daerah dapat melunasi sisa uang pekerjaan tersebut secepatnya,” kata Saleh melalui telepon WhatsApp.
Saleh menjelaskan kerusakan yang terjadi pada saluran Irigasi Tungel akibat naiknya debit air sungai Waih Tripe yang terjadi akibat instensitas hujan sejak 24 Oktober sampai saat ini.
“Sebelum terjadi kerusakan ini, air sudah masuk ke pemukiman penduduk setempat dan mengaliri persawahan. Barusan saya dapat informasi, bahwa masyarakat setempat juga sudah melakukan gotong-royong, dan air sudah kembali berfungsi meskipun belum stabil,” jelasnya.[]





