BLANGKEJEREN – Ikatan Pemuda dan Mahasiswa Kecamatan Terangun (IPAMATRA) Kabupaten Gayo Lues menggelar ritual tolak bala untuk menangkal penyebaran virus corona (Covid-19).

Mustami Atraja, SM., Ketua IPAMATRA, Minggu, 6 Juni 2021, mengatakan ritual tolak bala yang dilakukan di Kecamatan Trangun itu berlangsung pada Sabtu, 5 Juni 2021 malam, di Masjid As-Syakirin.

“Tradisi ini sebenarnya telah lama ada, dan akan kita jaga serta kita lestarikan di bumi Gayo Lues, Aceh yang dikenal dengan Negeri Serambi Mekah,” katanya melalui pesan WhatsApp.

Sebelumnya, ritual tolak bala tersebut direncanakan IPAMATRA dengan konsep berzikir, berselawat dan memanjatkan doa menolak bala. Ritual dengan membawa obor itu juga dilakukan bersama warga agar terhindar dari Covid-19.

“Karena sesuatu dan lain hal, rencana itu tidak jadi kita lakukan, dan akhirnya hanya menggelar tolak bala dengan rangkaian aktivitas berupa salat berjamaah, membaca Yasin tiga kali, bersalawat, hingga melakukan doa tolak bala bersama,” jelasnya.

Tgk. Amirudin, salah satu tokoh agama di Kecamatan Trangun, mengatakan tolak bala yang digelar itu diniatkan sebagai langkah ikhtiar dari IPAMATRA untuk menjaga desa. Tujuanya agar masyarakat terhindar dari berbagai bencana dan wabah Covid-19 yang saat ini menjadi kewaspadaan penduduk desa.

Saprun, Kepala Divisi Agama IPAMATRA, juga mengatakan hal yang sama. Menurut dia, dengan dilakukanya doa tolak bala diharapkan segala bencana alam maupun Covid-19 tidak masuk ke desa. Sehingga masyarakat merasa lebih tenang saat menjalankan kegiatan sehari-hari tanpa dibayanggi Covid-19.[]