BANDA ACEH – Beberapa pemuda berbaju hijau terlihat di lapangan Hiraq, Kota Lhokseumawe, dalam beberapa hari terakhir ini, menjadi para penjual mainan anak-anak.
Barisan Kaki Lima, Pasukan Ijo-Ijo, itulah namanya, merupakan sebuah program yang digagas oleh Irwansyah Yahya.
Ini adalah program sosial bisnis yang dijalankan oleh beberapa mahasiswa (Ibnu Sabil) di Kota Lhokseumawe, semua mereka lulusan Pesantren Modern Misbahul Ulum, Paloh. Mereka berdagang secara berkelompok, berpindah dari satu lokasi keramaian ke lokasi lainnya di dalam kota dan mereka adalah pasukan ijo-ijo, terang pemilik usaha itu, Minggu, 15 Januari 2017, di laman akun Facebook.com.
Program ini, katanya, untuk membangun jiwa wira usaha dengan praktek langsung, mendapatkan income (pendapatan) alternatif, membangun kekuatan relasi usaha sejak dini dan menyukseskan program Organisasi Pesantren untuk Alumni Award.
Ayah Dilara Putroe ini meminta dukungan untuk suksesnya program yang pembagian hasil dagang telah disepakati 73% untuk pemodal, 25% hak pedagang (atau lebih) dan 2% disisihkan untuk Organisasi. Di Kota Lhokseumawe ini baru tahap ujicoba, ke hadapannya akan dikembangkan lagi di setiap kapubaten kota.
Mohon partisipasinya untuk kesuksesan program ini, belanjalah di pasukan ijo-ijo, dan juga jangan lupa selfi dengan mereka, pungkas Irwansyah Yahya.[]
Penulis: Syukri Isa Bluka Teubai

