LHOKSEUMAWE – Ketua Prodi Teknik Material Universitas Malikussaleh (Unimal), Dr. Zulnazri, S.Si., M.T., mengatakan Selulosa Nanokristalin merupakan material alam yang akan mengubah kehidupan di dunia yang fungsinya serbaguna di masa depan.
“Nanoselulosa adalah selulosa berstruktur nano, bisa berupa nanokristal selulosa (CNCs atau NCC), serat nanoselulosa atau celulosa nanofibrilasi (CNF), dan nanoselulosa bakteri (BC) yang merupakan nanoselulosa yang diproduksi oleh bakteri,” kata Zulnazri saat memaparkan tentang Cellulose Nanocrystal untuk material maju.
Pemaparan itu berlangsung melalui web seminar (Webinar) bertajuk “Bakti Merah Putih Polimer untuk Negeri”, diselenggarakan Teknik Material Unimal bekerja sama dengan Balai Teknologi Polimer, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Kawasan Puspiptek, Setu, Tangerang Selatan, Banten, 19 April 2021 lalu. Kegiatan ini diinisiasi Zulnazri dari Unimal, dan Dr. Chandra Liza dari BTP. Kuliah umum bertema “Polimer untuk Material Maju” tersebut diikuti para mahasiswa Jurusan Teknik Material Unimal.

Zulnazri melanjutkan, “CNCs merupakan molekul yang memiliki susunan atom yang teratur, kristalinitas tinggi (70-85) %, ukuran kristal 1 – 100 nm dan memiliki temperatur degradasi yang tinggi > 200 oC”.
“Partikel ini pada decade millennium telah menjadi perhatian serius dunia Iptek dan nanokomposit karena menghasilkan kekuatan tarik sampai 206 giga pascal atau sebanding dengan baja.
“Nano Cellulose dapat diproduksi dari berbagai biomassa yang berlimpah dan terbarukan di alam (yang kaya akan serat). Di antaranya dari: cotton, serat sisal, jerami, kulit kopi, nanas, cocounat, bambu, rami, TKKS, dll.,” tutur Zulnazri.

Zulnazri menyebut aplikasi yang sangat unggul dalam dunia Iptek, di antaranya: Bidang Industri: bahan dasar nanokomposit berkekuatan tinggi dan bahan coating; Bidang Kimia: bahan hidrofobik, pengemulsi minyak di dalam air.
Sedangkan Bidang Farmasi: Penggantian pembuluh darah, yang berfungsi sebagai bio kompatibilitas darah; Perbaikan jaringan kulit dan penyembuhan luka, partikel berkarakter nano ini dipakai sebagai biomaterial perbaikan jaringan kulit, sebagai pembentukan kapiler di area luka. Bahan nano selulosa ini dicampur dengan hydrogel, kolagen, gelatin, avicel; Regenerasi jaringan tulang dan penyembuhan: Untuk keropos tulang yang disebabkan oleh trauma, neoplasia, operasi rekonstruktif, cacat bawaan.

Sementara itu, pemateri kedua, Dr. Frita Yuliati (Kepala Unit Inovasi BTP-BPPT), menyampaikan tentang “Advanced polymer material thermoset self healing”. Berbagai metode self healing, di antaranya, tidak memerlukan stimulus dari luar, menggunakan mono mer dan katalis dan katalis yang terpolimerisasi dan mengisi celah retakan/goresan.[](*/ril)





