LANGSA – Isu Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) yang belakangan ini begitu mengemuka di kalangan masyarakat Aceh mendapat tanggapan serius dari berbagai pihak. Termasuk dari HMI Kota Langsa.
Ketua HMI Kota Langsa Khairulrizal Latif mengatakan, Pemerintah Aceh harus bersikap tegas dalam mengantisipasi berkembangnya LGBT di Aceh. Hal itu bisa dilakukan dengan melakukan sosialisasi yang masif kepada masyarakat atau melalui cara lainnya.
Pemerintah jangan diam dengan masalah ini, jika status LGBT itu terorganisir dengan baik di Aceh maka itu adalah sebuah malapetaka bagi masyarakat Aceh khususnya, bek sampe lage kaum Nabi Lut, nyan Pemerintah Aceh harus segera cok sikap,” ujar Khairul kepada portalsatu.com, Selasa, 1 Maret 2016.
Demi memupuk Islam yang kaffah di Aceh, Khairul mengatakan HMI Kota Langsa menolak keras jika LGBT tersebar luas di Aceh, apalagi katanya jika pergerakan tersebut didukung oleh pemerintah.
Khusus untuk Pemerintah Aceh untuk segera merangkul multi pihak dalam mencegah organisasi yang melanggar dengan ketentuan Islam itu. Kalau memang tidak sanggup dengan mengatasi sendiri, ajak para ulama, dan seluruh tokoh pemuka agama lainnya untuk membentengi pemahaman yang merusak moral masyarakat Aceh, kata alumnus Universitas Samudra Langsa itu.
Dia juga meminta masyarakat Aceh segera melapor ke pihak berwajib jika mengetahui ada komunitas-komunitas yang terindikasi menyalahi aturan yang berlaku di Aceh.
Untuk mencegah ini kita tidak juga semata membebankan kepada pemerintah, maka dari itu perlu semua kalangan menjaga dan melaporkan jika ada komunitas berbau tidak sedap, terutama perlu peran orang tua dalam keluarga, kemudian juga di dunia pendidikan, sekolah dan kampus, karena komunitas itu agak cenderung lahir di tingkat pelajar dan mahasiswa, kata aktivis asal Peureulak itu.[](ihn)

