BLANGKEJEREN – Bencana Covid-19 yang memengaruhi perekonomian warga hingga ke pelosok desa menjadi perhatian serius semua pihak. Termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Aceh yang tetap mengiginkan ketersediaan ketahaan pangan selama pademi dan kebangkitan prekonomian warga melalui bertani.
Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Hassanudin didampingi jajaranya usai menanam jagung perdana di Blangsere Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Rabu (22/7) mengatakan, ini merupakan program pemberdayaan ekonomi Sela Covid-19 (Seco) sangat didukung pihaknya guna menjaga ketahanan pangan tetap terpenuhi.
“Di Gayo Lues ada delapan komoditas yang diprogramkan Pemerintah Daerah guna menjaga ketahanan pangan, dan sebagai bentuk kepedulian kami, program ini akan kami awasi dan melakukan pendampingan yang dilakukan Babinsanya,” katanya.

Sebelum menanam jagung Hibrida, Pangdam Iskandar Muda yang datang dari arah Aceh Tenggah terlebih dahulu mengujunggi Kodim 0113/Gayo Lues serta dilakukan rapid test, kemudian melakukan penanaman jagung di tengah hujan deras, berkunjung ke Polres Gayo Lues, dan malamnya temu ramah dengan jajaran Pemda Gayo Lues.
Sementara Wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani yang menyambut kedatangan Pangdam Iskandar Muda bersama rombonganya di kebun jagung Blangsere mengatakan, setelah Covid-19 ditetapkan Presiden sebagai bencana nasional sangat berdampak kepada perekonomian masyarakat.
“Maka dari itu, Gayo Lues mengeluarkan Peraturan Bupati tentang peningkatan dan pemberdayaan ekonomi, sehingga ketahanan pangan tetap terjaga, perekonomian masyarakat tetap stabil,” katanya.
Program pemberdayaan ekonomi atau Seco itu kata Wakil Bupati ada beberapa macam, seperti memberikan bantuan bibit padi sawah dan darat kepada masyarakat, memberikan bibit dan mulsa bawang merah, membantu petani tembakau, memberikan bantuan bibit jahe, memberikan bantuan bibit jagung, bantuan bibit kacang buncis, cabai, dan membantu benih ikan.
“Program yang kita laksanakan ini hanya untuk orang yang memiliki lahan, untuk mengurangi lahan tidur, dan bertujuan supaya masyarakat menjaga jarak di tengah Covid-19. Pengawasan terhadap program ini dilakukan berbagai pihak, terutama peran Babinsa di setiap desa, sehingga bantuan ini tepat sasaran dan berjalan baik,” jelasnya.
Wakil Bupati mengaku sangat yakin program ini bisa berjalan dengan baik lantaran bekerja sama dengan semua pihak, termasuk jajaran TNI dan Polri yang langsung meninjau pemilik lahan bersama Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian bagi setiap penerima bantuan.
Zakaria, S.Hut., Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues didampinggi Sekretaris dan Kabid-Kabidnya mengatakan, program penanaman jagung Hibrida jenis bibit pioner 23 sudah dilakukan di sebelas ke. “Hari ini merupakan hari yang bersejarah lantaran langsung ditanam oleh Pangdam Iskandar Muda saat hujan deras turun”.
“Untuk tahap pertama ini, jumlah bibit yang sudah kita salurkan berjumlah 275 hektare, dan tahap kedua diwacanakan 300 hektare, bantuan ini juga disertai pemberian pupuk dan herbisida, mudah-mudahan bisa membantu meringankan beban petani di tebgah Covid-19 ini, dan ketahanan pangan tetap terpenuhi,” katanya.[]




