BLANGKEJEREN – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues meminta kepada pihak berwenang agar segera menyelidiki proyek jalan aspal tahun 2023 yang mengghubungkan antara Desa Tungel, Kecamatan Rikit Gaib dengan Desa Kute Ujung, Kecamatan Kutapananjang.

Pernyataan itu disampaikan H. Ibnu Hasim, salah satu pimpinan DPRK Gayo Lues, Kamis, 27 Juni 2024, karena proyek pengaspalan jalan yang menelan anggaran miliaran Rupiah akhir tahun 2023 lalu itu kondisinya kini sudah rusak parah.

“Kita tidak tahu apakah pembangunan proyek jalan itu yang tidak sesuai dengan Bestek, atau kendaraan yang melintas melebihi standar tonasi jalan. Untuk itu kita meminta kepada pihak terkait agar segera melakukan penyelidikan,” kata Ibnu Hasim melalui pesan WhatsApp.

Kata dia, Kondisi jalan aspal yang baru dibangun sudah rusak lagi sudah sering terjadi di Kabupaten Gayo Lues, baik pengaspalan jalan nasional, jalan provinsi, maupun jalan kabupaten.

“Kita tidak mengerti mengapa seperti ini, apakah perencanaan mutu jalannya seperti itu atau memang kualitas pelaksanaannya menyimpang dari aturan pelaksanaan, atau jenis kendaraan yang melewati jalan tersebut melebihi tonase kelas jalan,” ujarnya.

Untuk mendapat kepastian apakah pelaksanaan pekerjaan menyimpang atau berat kenderaan melebihi tonase kelas jalan, perlu diselidiki oleh pihak-pihak yang berwenang, sehingga masyarakat tidak dirugikan dengan kejadian tersebut.

“Bila ditemukan adanya indikasi penyimpangan, tentunya pihak pelaksana harus memperbaiki atau mempertanggungjawabkan perbuatanya di hadapan hukum, dan pihak berwenang harus segera bertindak,” katanya.

Wakil Ketua DPRK Gayo Lues ini mengatakan, hal tersebut perlu diselidiki supaya pembangunan di negeri seribu bukit ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan bertahan lama demi penghematan uang negara.
“Jangan sampai jalan aspal yang baru dibangun harus diperbaiki di tahun berikutnya, hal itu jadi pemborosan anggaran.[]Anuar Syahadat