BLANGKEJEREN – Jalan dan jembatan yang diterjang banjir dan tanah longsor beberapa Bulan yang lalu masih belum dilakukan penanganan permanen, Pemerintah Daerah baru melakukan perbaikan darurat agar kendaraan bisa melintas saja.

Kepala Dinas PUPR Gayo Lues Chairuddin Kasiman, Kamis 18 Juni 2026, mengatakan Pemerintah Daerah Kabupaten Gayo Lues sangat berharap kehadiran kementrian dalam hal penanganan permanen jalan dan jembatan yang rusak akibat banjir dan tanah longsor tersebut karena membutuhkan biaya yang sangat besar.

“Untuk melakukan perbaikan jalan dan jembatan yang secara permanen butuh anggaran sekitar Rp 1,5 Triliun. Tentu anggaran Kabupaten tidak dapat menginterpensi semua kebutuhan tersebut,” katanya.

Akibat keterbatasan anggaran tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Gayo Lues mengusulkan kepada pihak Kementrian terkait untuk hadir membantu penanganan permanen kegiatan jalan dan jembatan yg di bawah kewenangan Kabupaten Kota, dimana pihak Kementrian juga sudah melakukan survei serta melakukan pendataan.

“Kalau perbaikan menggunakan anggaran Daerah, palingan Selama Satu tahun hanya bisa mengerjakan Satu atau Dua ruas jalan dan jembatan saja,” ujarnya.

Hingga hari ini, belum ada kegiatan dilapangan yang dilakukan pihak Kementrian terkait kegiatan yang dibawah kewenangan kabupaten, dan Pemerintah Daerah sangat berharap agar pihak Kementrian segera memulai perbaikan jalan dan jembatan tersebut.

“Kita harapkan agar pihak Kementrian bisa secepatnya melakukan perbaikan jalan dan jembatan secara permanen, sehingga dalam jangka waktu Tiga tahun kedepan bisa selesai semuanya, dan ekonomi warga juga membaik secara bertahap,” katanya.[]