Kamis, Juli 25, 2024

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...
BerandaJalan Diblokir, Camat:...

Jalan Diblokir, Camat: Saya Sudah SMS Pak Wali…

LHOKSEUMAWE – Camat Blang Mangat, Lhokseumawe, Edi Yandra mengaku sudah mengetahui pemblokiran jalan Keude Punteuet oleh masyarakat sejak pagi tadi.

“Kebetulan saya ada rakor (rapat koordinasi) di Banda Aceh. Soal jalan itu diblokir sudah saya terima informasi dari Pak Sekcam (Sekretaris Camat) selaku ND (Nota Dinas) Camat, juga ada diberi tahu oleh Pak Kapolsek,” ujar Edi Yandra kepada portalsatu.com lewat telpon seluler, Rabu, 11 Mei 2016 sekitar pukul 12.55 WIB tadi.

Edi Yandra menyebut ia langsung melaporkan kejadian itu kepada Wali Kota dan Sekda Lhokseumawe setelah menerima informasi dari Sekcam dan Kapolsek Blang Mangat. “Sudah saya SMS Pak Wali dan Pak Sekda,” katanya.

“Pada intinya, Jalan Keude Punteuet itu bukan tidak diaspal, tapi Anda kan tahu yang namanya proyek pemerintah harus melalui proses tender. Sesuai aspirasi masyarakat, kita berharap setelah ditender, rekanan secepatnya melakukan pekerjaan pengaspalan,” ujar Edi Yandra.

Buka malam

Edi Yandra menyebutkan, sebelumnya sudah ada kesepakatan dengan para pemilik toko, aparat desa, tokoh masyarakat dan pemuda Keude Punteuet untuk membuka semua toko di kawasan itu pada malam hari.

“Kita ingin menghidupkan Keude Punteuet malam hari. Program itu hasil rapat, semua sudah sepakat agar ke depan semua toko di Keude Punteuet buka malam hari seperti di Keude Bayu (Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara). Buka sampai jam 10 atau 10.30 malam (22.00 atau 22.30 WIB). Bagi yang tidak buka toko kita beri sanksi,” kata Edi Yandra.

Akan tetapi, kata Edi Yandra, masyarakat setempat minta pemerintah terlebih dahulu mengaspal Jalan Keude Punteuet. “Jadi, sebelum program itu (buka toko malam hari) kita jalankan, masyarakat minta badan jalan diaspal dulu, karena selama ini mereka terganggu dengan debu beterbangan,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat Keude Punteuet, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe dilaporkan memblokir jalan di kawasan itu sejak pagi tadi, Rabu, 11 Mei 2016. Aksi itu sebagai bentuk protes masyarakat terhadap Pemko Lhokseumawe yang hingga kini tidak mengaspal badan jalan tersebut. (Baca: Terima Kasih Pak Walikota Atas Bantuan Makan Debu)[] (idg)

Baca juga: