BLANGKEJEREN – Warga Kabupaten Gayo Lues menuding Dinas PUPR Aceh sangat lambat menangani jalan longsor dan amblas di jalan lintas provinsi yaitu Jalan Abdya-Gayo Lues-Aceh Timur. Kondisi jalan itu kian memperihatinkan lantaran tak kunjung diperbaiki.
Salah seorang warga Kabupaten Gayo Lues, Sahbudin, Senin, 19 Januari 2026, mengatakan hingga hari ini belum ada satu unit alat berat PUPR Aceh yang bekerja di jalan lintas provinsi di Kabupaten Gayo Lues.
“Sudah 50 hari lebih pascabanjir dan longsor melanda Kabupaten Gayo Lues, tetapi belum ada satu alat beratpun yang dikerahkan Dinas PUPR Aceh ke Gayo Lues, padahal banyak titik jalan yang butuh perbaikan,” katanya.
Informasi yang beredar, kata Sahbudin, Dinas PUPR Aceh mengerahkan empat unit alat berat di Jalan Lokop, Aceh Timur, untuk bekerja membersihkan longsor dan memperbaiki jalan yang amblas.
“Kok tidak ada satu alat beratpun yang dikerahkan ke Gayo Lues, ini yang menjadi tanda tanya. Padahal jalan Abdya-Gayo Lues masih putus di daerah Ketukah, dan banyak jalan longsor di daerah Kecamatan Pining yang sulit dilintasi warga,” ujarnya.
Jika keadaan ini terus dibiarkan tanpa adanya pekerjaan nyata dari PUPR Aceh, warga khawatir hingga bulan depan masih banyak jalan yang tidak bisa dilintasi, dan warga masih tetap terisolasi pascabanjir dan tanah longsor.
“Untuk mempercepat pemulihan ekonomi, kami selaku warga meminta dan mendesak kepada Bapak Gubenur Aceh agar memerintahkan Kepala Dinas PUPR Aceh segera mengerahkan alat berat ke Gayo Lues, sehingga jalan longsor dan amblas bisa segera diperbiaki,” katanya.
Kepala Dinas PUPR Aceh Mawardi yang ditanya wartawan melalui pesan WhatsApp, kenapa Dinas PUPR Aceh belum mengirimkan alat berat ke Gayo Lues untuk memperbaiki jalan lintas provinsi pascabanjir dan longsor, belum menjawab.[]




