SUBULUSSALAM – Arus banjir luapan dari Lae Souraya terus menggenangi permukiman penduduk di sejumlah desa di wilayah Sultan Daulat, Kota Subulussalam. Bahkan, badan jalan lintas Aceh-Medan tepatnya di Suka Maju, Sultan Daulat mulai terendam banjir.

"Badan jalan nasional di Suka Maju sudah terendam banjir tapi arus lalu lintas saat ini masih bisa lewat. Kondisi banjir terus naik, mungkin sekitar tiga jam ke depan kendaraan tidak bisa lewat lagi," ungkap Camat Sultan Daulat, Kota Subulussala,  Rahmad Fadli kepada portalsatu.com/, Sabtu, 5 Desember 2020.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga di Desa Sigrun, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam mulai mengangkut barang-barang mereka ke rumah tetangga yang berada di daratan tinggi setelah pemukiman mereka terendam banjir saat ini kabarkan mencapai satu meter lebih dari permukaan tanah.

“Di Sigrun ketinggian air satu meter lebih, mereka sudah mengangkat barang-barang ke rumah-rumah yang berada di atas dataran tinggi,” Rahmad Fadli.

Selain Sigrun, banjir juga semakin meluas di Kampong Jabi-jabi dengan ketinggian banjir mencari sekitar satu meter, menggenangi lantai rumah penduduk di sana.  Kondisi banjir saat ini dilaporkan semakin tinggi akibat Lae Souraya terus meluap ke pemukiman penduduk.

Rahmad Fadli menghimbau masyarakat di sana agar tetap waspada mengingat kondisi banjir terus mengalami naik sejak tadi pagi. Banjir tidak hanya merendam permukiman, dan rumah penduduk tapi juga area persawahan terendam banjir kiriman dari Lae Alas Aceh Tenggara tersebut.[]