BLANGKEJEREN — Jalan lintas nasional yang menghubungkan Kabupaten Gayo Lues dengan Aceh Tenggara kembali mengalami longsor di kawasan desa Ramung Musara, Kecamatan Putri Betung. Lumpur bercampur batu dan kayu menutupi badan jalan.
Adi,warga Blangkejeren yang hendak menuju Putri Betung, Sabtu, 16 Mei 2020 mengungkapkan, jalan yang longsor itu hingga Sabtu pagi masih belum bisa dilintasi kendaraan, alat berat Projabal (PPK8) masih belum tiba di lokasi untuk melakukan pembersihan.
“Kejadian longsornya tadi malam, memang tidak terlalu parah kali, hanya saja batang kayu, batu dan lumpurnya banyak menutipi jalan, jadi tidak bisa dilintasi, harus dibersihkan dengan alat berat dulu atau gotong royong warga,” katanya.
Menurut informasi dari warga Ramung Musara, longsoran itu juga terjadi akibat meluapnya anak sungai yang membawa hanyut kayu bercampur lumpur dan batu hingga ke tengah jalan. Peristiwa itu terjadi antara pukul 24:00 WIB hingga pukul 02:00 WIB, warga tidak mengetahui pasti kejadiannya karena saat musibah itu terjadi dalam keadaan hujan deras.
Beberapa kendaraan yang hendak melintas menuju Gayo Lues dan Aceh Tenggara terpaksa mengantri di seputaran perumahan warga, mereka berharap agar pihak Projabal segera membawa alat berat guna melakukan pembersihan jalan. Longsoran juga menyebabkan sebagian areal perkebunan coklat masyarakat setempat.[**]


