SUBULUSSALAM – Badan jalan menghubungkan tiga kecamatan yakni Simpang Kiri, Rundeng dan Longkib, Kota Subulussalam amblas. Kondisi ini sudah berlangsung lama, tetapi belum ada perbaikan dari dinas terkait.

“Daerah itu sekarang rawan kecelakaan karena kondisi jalan amblas semakin membesar,” kata Bahri, 45 tahun, pengguna jalan itu kepada portalsatu.com, Senin, 6 Februari 2017.

Menurutnya, kerusakan badan jalan akibat amblas awalnya cuma sedikit sebelah kiri menuju Rundeng. Namun, karena lama tak ditangani, kerusakan semakin besar akibat tanah longsor bersamaan dengan aspal.

“Kondisi ini sangat rawan kecelakaan terutama yang pengguna jalan yang tidak memahami medan, apalagi pada malam hari, karena badan jalan yang bisa dilalui mulai sempit,” kata Bahri.

Bahri melanjutkan, sejauh ini memang belum ada korban yang mengalami laka lantas di daerah itu. Namun, jika kondisi jalan ini tidak segera diperbaiki dinas terkait, bukan tidak mungkin bisa menelan korban.

“Karena posisi jalan sudah mulai sempit, ada sekitar satu meter badan jalan sebelah kiri sudah amblas akibat tergerus air hujan,” katanya.

Selain amblas, di kawasan itu terdapat sekitar 200 meter bahu jalan rusak akibat sisi kiri dan kanan jalan amblas lantaran tergerus air gunung yang mengalir. Hal ini juga disebabkan saluran drainase yang tidak lagi berfungsi akibat rusak sejak beberapa bulan terakhir.

“Selain amblas, ada juga sekitar 200 meter rusak, tetapi tidak terlalu parah. Ini karena saluran drainase sudah rusak, akibatnya air mengalir menggerus tanah di bawah aspal sehingga bahu jalan mulai amblas,” ujar Abi Amirin, 35 tahun, warga lainnya.

Pengguna jalan berharap pemerintah melalui dinas terkait segera memperbaiki badan jalan yang amblas. Pasalnya, jalur ini merupakan satu-satunya akses utama menuju dua kecamatan yakni Rundeng dan Longkib.

“Harapan kami, perbaikan jalan ini bisa segera terwujud dalam tahun ini. Karena lokasi amblas ini bisa mengancam keselamatan pengguna jalan,” kata Abi Amirin.[]