SIGLI – Ruas jalan Beureunuen – Geumpang di kawasan Tangse, Pidie, tertimbun tanah longsor, Ahad, 22 Desember 2019, sekira pukul 10:30 WIB. Satu mobil minibus tertimpa pohon tumbang. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. 

Umar Mahdi, dosen ilmu hukum Universitas Jabal Ghafur ikut terjabak macet akibat longsor dan pohon tumbang ke badan jalan, tepatnya di Gampong Kebun Nilam, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie. 

Menurut Umar Mahdi, longsor terjadi sebelah kiri jalan lintas Beureunuen – Tangse. “Ada sekitar 40 meter badan jalan tertutup tanah longsor disertai pepohonan yang tumbang,” ujarnya kepada portalsatu.com/ saat dihubungi via telepon seluler. 

Tertutupnya badan jalan dengan tanah dan pepohonan, lanjut Umar, membuat puluhan kendaraan roda empat dan roda dua termasuk rombongan pengantin tertahan di lokasi kejadian. 

Kapolsek Tangse, Ipda M. Jamil, kepada portalsatu.com/ membenarkan kejadian tanah longsor menyebabkan satu mobil L-300 dari arah Tangse menuju Beureunuen rusak tertimpa pohon tumbang. 

“Benar, ada musibah longsor tadi pagi, pukul 10:30 WIB. Selain longsor juga sejumlah pohon tumbang, bahkan sempat menimpa satu mobil L-300 yang disopiri Ipan (28), warga Gampong Lutueng, Kecamatan Mane. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu,” ujar M. Jamil. 

Menurut Kapolsek, pihaknya bersama Koramil 16 Tangse menerjunkan personel untuk membersihkan jalan dari tumpukan tanah dan batang pohon. Dibantu warga setempat, jalan berhasil dibersihkan dan bisa dilintasi kembali oleh kendaraan.

“Dalam waktu satu jam jalan berhasil kita bersihkan dan arus lalu lintas kembali lancar. Saat ini tinggal menunggu alat berat yang didatangkan dari Geumpang untuk membersihkan dan memindahkan pohon yang masih menumpuk di tepian jalan karena tidak sanggup dibersihkan secara manual,” ujar Kapolsek.[]