BANDA ACEH – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh kembali berhasil mengungkap sindikat peredaran narkotika di Aceh. Kali ini narkotika jenis sabu dapat disita petugas dan jumlahnya terbilang besar yakni 17 kilogram.
Kepala BNNP Aceh, Armensyah Thai dalam konferensi pers di kantornya mengatakan bahwa perairan atau daerah laut di Aceh sangat rentan dimasuki jaringan narkotika internasional untuk mengedarkan obat-obatan terlarang tersebut. Selain luas, perairan di Aceh juga memiliki banyak celah tak terdeteksi petugas atau yang disebut jalur tikus.
“Jalur laut Aceh sangat luas dan jalur tikus untuk masuk pun banyak. Jadi, jaringan internasional mungkin melihat hal ini sebagai lahan basah,” ucap Armensyah, di kantor BNNP Aceh, Batoh, Banda Aceh, Kamis, 1 Desember 2016.
Pihaknya pun mengaku tak sanggup memantau secara menyeluruh wilayah perairan di Aceh, karena jumlah anggota BNN yang terbatas. “Kalau BNN kan mainnya di darat. Kalau di perairan seperti itu ada Bea Cukai dan Polair,” kata dia.
Pun demikian, jaringan internasional tersebut akan terus dipantau BNN. Pemberantas narkoba ini pun sedang menyelidiki jaringan besar tersebut.
“Kami tidak bisa kasih detilnya karena masih dalam penyelidikan,” kata dia.[]


