ACEH UTARA – Jamaah Tarbiyah Islamiyah (Tarbiah Islamiah) Mazhab Syafi’i di Aceh, menggelar kegiatan penyambutan jamaah tarbiyah di Gampong Kilometer (KM) VIII, Kecamatan Simpang Keuramat, Kabupaten Aceh Utara, Selasa, 5 Maret 2019.

Kegiatan itu diikuti jamaah tarbiyah sekitar 500 orang lebih dan dihadiri Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Utara, Tgk. M. Idris, unsur Muspika Simpang Keuramat dan masyarakat setempat. Acara itu diawali dengan pengibaran bendera Tarbiah Islamiah yang berlambang Masjidil Haram dan Masjidil Nabawi, yang dilakukan jamaah perempuan. Di akhir acara itu dibacakan kitab jam'ul jawami' Al-Mushannafat oleh Pimpinan Tarbiah Islamiah Mazhab Syafi’i di Aceh, Tgk. H. Usman Ibni Abdillah (Abati Banda Dua Alue Lim), serta peusijuek (tepung tawar) sejumlah rangkang (pondok) pengajian untuk para jamaah tarbiyah di gampong setempat.

Ketua Panitia Tgk. Sumadi, mengatakan, kegiatan ini sekaligus untuk meresmikan tempat pengajian jamaah tarbiyah di Gampong Kilometer VIII tersebut. Namun pada dasarnya pengajian ini sudah berjalan selama setahun lalu. Tujuannya adalah terutama sekali untuk membina moral dan akhlak manusia ke arah yang lebih baik. Selain itu, untuk memperkuat akidah.

“Selama ini Tarbiah Islamiah Mazhab Syafi’i mendirikan tempat pengajian tersebut sudah ada sekitar tujuh gampong yang ada di Aceh Utara dan Lhokseumawe, pengajian ini berjalan dengan lancar dan terus dikembangkan untuk ke depan,” kata Tgk. Sumadi kepada portalsatu.com, Rabu, 6 Maret 2019.

Menurut Tgk. Sumadi, dengan terbentuknya pengajian itu diharapkan dapat memperbaiki diri dengan ilmu-ilmu yang berlandaskan syariat Islam sebagaimana dianjurkan dalam agama Islam itu sendiri. Namun, kata dia, jamaah tarbiyah yang mengaji itu ada tingkatannya masing-masing. Artinya diajarkan mulai dari tingkat pengajian dasar seperti belajar membaca Alquran hingga belajar kitab.

“Misalkan kalau ada jamaah yang ingin memperdalamkan bacaan Alquran maka mereka bisa memilih tempat atau balai (rangkang) pengajian Alquran. Apabila ada jamaah yang ingin bergabung untuk pengajian kitab, itu juga bisa dipilih oleh jamaah. Intinya bisa mengaji sesuai keinginan dan menurut kemampuannya masing-masing,” ujar Tgk. Sumadi.

Pengajian itu dilakukan, lanjut Tgk. Sumadi, rutin setiap malam usai shalat Isya di setiap gampong yang sudah didirikan rangkang (pondok/balai) pengajian tersebut oleh jamaah Tarbiyah Islamiyah. “Bahkan dalam pengajian ini juga diajarkan praktik atau cara menyempurnakan shalat bagi para jamaah. Ilmu agama yang diajarkan kepada para jamaah sangat kompleks. Karena pengajian ini juga bertujuan untuk mengembalikan semangat dan marwah kita orang Aceh sebagai penerus bangsa ke depan yang lebih baik,” ungkapnya.[]