ACEH UTARA – Jamaah Tarbiyah Islamiyah (Tarbiah Islamiah) Mazhab Syafi'i di Aceh menggelar doa bersama di Makam Pahlawan Nasional Tgk. Abdul Djalil di Gampong Beunot, Cot Plieng Bayu, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, Rabu, 14 Agustus 2019. Doa bersama itu dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan ke-74 RI.
Jamaah Tarbiah Islamiah itu mulanya berkumpul di Dayah Darul Mukminin, Gampong Meunasah Mee, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe. Mereka kemudian berkonvoi menggunakan sepeda motor dan membawa bendera Tarbiah Islamiah Mazhab Syafi'i menuju lokasi makam pahlawan tersebut untuk berdoa bersama. Doa bersama itu dipimpin Pimpinan Tarbiah Islamiah Mazhab Syafi’i di Aceh, Tgk. H. Usman Ibni Abdillah (Abati Banda Dua).
Abati Banda Dua mengatakan, doa bersama ini dilakukan dalam rangka memperingati HUT ke-74 RI. Menurut Abati, Tgk. Sjeh Abdul Djalil merupakan ulama yang melawan penjajah Jepang. “Beliau gugur atau syahid dalam medan pertempuran saat melawan penjajahan itu, dan beliau juga ulama Tarbiah Islamiah Mazhab Syafi'I”.
“Masih banyak lagi ulama Tarbiah Islamiah dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Bahkan, ada pula ulama ini (Tarbiah Islamiah) yang memproklamirkan kemerdekaan bersama Presiden RI, Soekarno atau Bung Karno, yaitu Abu Hasan Krueng Kale. Karena Tarbiah Islamiah sudah ada sebelum kemerdekaan RI atau pada masa Sultan Malikussaleh, Syiah Kuala dan Tuanku Raja Keumala,” kata Abati Banda Dua kepada para wartawan usai doa bersama itu, Rabu, siang.
Artinya, menurut Abati Banda Dua, Tarbiah Islamiah sangatlah berperan dan berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan RI. Tujuan Tarbiah Islamiah untuk memperbaiki moral bagsa.
“Untuk itu kami mengimbau kepada Pemerintah Indonesia untuk menjalankan acuan Tarbiah Islamiah demi bangsa dan negara yang makmur, adil dan beradab. Karena kemerdekaan Indonesia diraih dengan berkat jasa-jasa pahlawan ulama Tarbiah Islamiah Mazhab Syafi'i,” ungkap Abati Banda Dua.[]


