LHOKSEUMAWE – Jamaah Tarbiyah Islamiyah (Tarbiah Islamiah) memperingati Haul ke-1236 wafat Imam Syafi'i, di Kompleks Balai Tinggi Tarbiah, Gampong Meunasah Mee, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Jumat, 5 April 2019.

Kegiatan itu dihadiri Pimpinan Tarbiah Islamiah Mazhab Syafi’i di Aceh, Tgk. H. Usman Ibni Abdillah (Abati Banda Dua), Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya, Ketua DPRK Lhokseumawe M. Yasir, Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib, Dandim Aceh Utara Letkol Inf. Agung Sukoco, Kepala Dinas Syariat Islam Lhokseumawe Dr. Anwar, pejabat mewakili Danrem-011/Lilawangsa, pejabat mewakili Kapolres Lhokseumawe, Muspika Muara Dua, para imum mukim dan geuchik, serta jamaah Tarbiah Islamiah Mazhab Syafi'i.

Ketua Panitia Peringatakan Haul wafat Imam Syafi’i, Heri Maulana, dalam laporannya mengatakan, “Alhamdulillah saat ini berkat antusias sebagian masyarakat, Balai Tarbiah Islamiah Mazhab Syafi'i sudah tersebar di sejumlah titik. Di antaranya, 8 gampong di wilayah Aceh Utara dan 4 gampong di Lhokseumawe”. 

“Pendidikan Islam Mazhab Syafi'i bertujuan membina moral dan akhlak serta mambangun semangat, rasa persatuan dan ukhuwah. Dengan mengaji di balai-balai yang berbilik kecil, secara langsung mengarah pada proses belajar-mengajar ke metode Talaqqi. Metode ini telah terbukti paling efektif, untuk pemula dan semua tingkatan. Waktu, usia, dan lain sebagainya tidak lagi menjadi alasan untuk tidak menuntut ilmu,” ujar Heri Maulana yang juga Camat Muara Dua. 

Heri melanjutkan, acuan yang dibangkitkan kembali oleh Abati Banda Dua (Pimpinan Tarbiah Islamiah Mazhab Syafi'i) diserahkan kepada pemerintah setempat untuk dijadikan sebagai salah satu program prioritas guna menunjukkan wujud tanggung jawab moral pemerintah kepada rakyat. 

“Pada tataran konsep, ini telah diterima oleh Wali Kota pada 5 September 2015 dengan menobatkan ‘Kota Lhokseumawe sebagai Kota Tarbiah’,” kata Heri.

Menurut Heri, bagi para jamaah yang telah merasakan manfaat ini adalah salah satu formula untuk mengobati berbagai kekhawatiran masyarakat selama ini. “Malah di setiap balai atau gampong dibentuk Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia Asyafi'i, Ikatan Wanita Muslimah Asyafi'iah, Putri Muslimah Asyafi'iah. Dan saat ini yang sudah berjalan di Gampong Meunasah Blang, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Heri, tidaklah berlebihan dengan melihat perkembangan mulai ada permintaan secara kelompok maupun unsur pemerintah gampong, maka ini adalah program yang perlu dijalankan sesegera mungkin. Apalagi di tengah gencarnya pengaruh globalisasi dan dekadensi moral dan akhlak. “Sehingga terwujud rakyat cerdas, pemerintah baik,” tegas Heri.[]