SIGLI – Agusnidar (40), seorang janda beranak 4 yang mengalami cacat kaki, warga Gampong Meunasah Teungoh Bluek Kecamatan Indrajaya Kabupaten Pidie, sangat berharap perhatian pemerintah untuk meringankan beban hidupnya.

Hal itu dikatakan perempuan yang kini hidup didera kemiskinan kepada Sekretaris Partai Aceh (PA) Wilayah Pidie, Anwar Husen S.Pdi, saat memberikan bantuan sembako dan pakaian kepada keluarga tersebut, Sabtu, 16 April 2016. 

Sejak dia diceraikan suaminya 4 tahun silam, perempuan cacat itu harus memikul beban berat untuk menghidupi 4 anaknya yang masih kecil-kecil. Anak tertuanya berumur 12 tahun dan terakhir berusia 4 tahun.

Di hadapan Anwar Husen, Agusnidar mengatakan, tempat dia berteduh dan membesarkan anak-anaknya merupakan rumah tumpangan milik masyarakat setempat yang kondisinya sudah lapuk. Atap dari daun rumbia sudah bolong – bolong hingga nampak langit dan basah di waktu hujan.

“Tempat tidur kami di lantai semen yang sudah retak dan bolong-bolong ini. Habis mau bagaimana lagi, saya tidak mampu merehabnya,” katanya yang juga mengatakan jangankan untuk merehab rumah untuk makan saja pas-pasan.

Untuk saat ini, hanya anak tertua masih bersekolah, sedangkan adik-adiknya, terpaksa tidak sekolah karena ketiadaan biaya.

Sekretaris PA Wilayah Pidie, Anwar Husen mengaku turut prihatin dan akan berusaha memohon kepada pemerintah untuk dapat membantu meringankan beban masyarakat miskin dan cacat ini.

“Kami sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah kepada janda miskin dan mengalami cacat kaki ini,” kata Anwar saat berkunjung ke rumah Agusnidar.

“Kami hanya dapat membantu alakadar kepada warga miskin dengan harapan dapat meringankan sedikit beban Agusnidar bersama anak-anaknya,” imbuh Anwar Husen yang juga Anggota DPRK Pidie ini.[](tyb)