25.6 C
Banda Aceh
Jumat, Januari 28, 2022

Array

‘Jangan Cuek terhadap Maksiat’

BANDA ACEH – Islam bukanlah agama individual/nafsi-nafsi yang hanya mementingkan diri sendiri. Namun juga merupakan agama sosial di mana setiap anggota masyarakat harus melakukan kewajiban menyuruh mengerjakan kebaikan dan mencegah perbuatan mungkar atau amar makruf nahi mungkar terhadap sesama.

Karenanya, umat Islam tidak dibenarkan untuk mendiamkan atau cuek terhadap suatu kemaksiatan yang terlihat di depan matanya, dan wajib mencegahnya sesuai kemampuan. Sebab akan ditanyakan dan dimintakan pertanggungjawaban di akhirat kelak karena membiarkan kemaksiatan di dunia ini. Selain itu, jika suatu kemaksiatan dan kemungkaran sudah merajalela, maka Allah akan menurunkan siksa yang tidak hanya menimpa orang yang zalim saja, tapi juga orang yang baik-baik di tengah masyarakat.

Demikian antara lain disampaikan Ustaz Dr. Muhammad AR, M.Ed., Wakil Ketua Dewan Dakwah Aceh saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak Jeulingke, Rabu, 2 November 2016,  malam.

“Agama ini nasihat, bukan milik WH atau polisi pengawas syariat, tapi milik kita semua. Kita wajib mencegah kemaksiatan yang tampak di depan mata. Jangan sampai diam dan cuek karena kewajiban sesama muslim adalah saling menasihati, saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan,” ujar Ustaz Muhammad AR yang juga Wakil Dekan I Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UIN Ar-Raniry.

Ia menjelaskan, agama itu nasihat (Ad-Dienu Nasihat) yang mensyariatkan kepada kaum muslimin untuk saling menasihati. Sebagaimana tertulis dalam firman-Nya, “… dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-'Ashr: 3).

Menurut Muhammad AR, ini memiliki peran yang sangat besar. Karena, di dalamnya terkandung makna bahwa tiang agama Islam dan penopangnya adalah nasihat. Dengan adanya nasihat, agama Islam akan senantiasa termanifestasi dalam jiwa kaum muslim. Namun, apabila nasihat itu tidak ada, kehancuran akan menimpa kaum muslimin dalam setiap aspek kehidupannya.

“Dalam hal mencegah kemungkaran, jika kita tidak mencegahnya sesuai kemampuan, Allah akan tanyakan nanti di hari akhirat. Rasulullah bersabda, ‘Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah dia mengubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman’,” ungkapnya.

Menurutnya, kemaksiatan hari ini masih ditemukan di tengah masyarakat. Seperti pasangan muda-mudi non-muhrim yang memamerkan kemesraan di atas kendaraan jalan raya, di kampus, kafe-kafe dan tempat umum lainnya. Kemudian kaum perempuan yang masih saja mengumbar aurat meski sudah berpakaian tapi telanjang, permainan judi online di kalangan anak muda hingga dinihari di sejumlah lokasi.

“Di antara kemaksiatan terang-terangan termasuk pamer aurat dengan pakaian yang hanya membungkus tubuh kaum perempuan dan menutupnya sehingga ada bagian-bagian yang terpampang jelas. Kita harus berani tegur anak-anak orang Islam dari kemaksiatan di jalan raya dan tempat umum seperti itu, tidak boleh cuek dan mengatakan bukan urusan kita,” terangnya.

Ia mengatakan, faktor terbesar yang menyebabkan terjadinya dekadensi moral dan kerusakan akhlak pada anak-anak generasi muda Islam saat ini dan terbentuknya kepribadian yang buruk pada diri mereka, karena kurangnya perhatian kedua orang tua untuk mengajarkan akhlak yang mulia kepada si anak. Akibat kesibukan mereka hingga tidak ada kesempatan untuk mengarahkan dan mendidik anak-anaknya. 

Hal ini, menurutnya, diperparah lagi dengan sikap cuek masyarakat sekitar yang juga tidak peduli pada pergaulan muda-mudi telah jauh menyimpang dari ajaran Islam.

“Apabila seorang ayah tidak lagi peduli terhadap tanggung jawabnya untuk mengarahkan dan mendidik serta mengawasi anak-anaknya, dan dikarenakan faktor tertentu, si ibu kurang menunaikan kewajibannya dalam mendidik si anak. Maka tidak diragukan lagi si anak akan tumbuh seperti anak yatim yang tidak memiliki orang tua, ia hidup bagai sampah masyarakat, bahkan suatu saat akan menjadi penyebab terjadinya kerusakan dan kejahatan di tengah-tengah umat,” katanya.

Muhammad AR menambahkan, banyak anak yang rusak moralnya karena ulah ayah-ayah mereka sendiri yang membiarkan mereka begitu saja. Tidak mengajarkan kepada mereka kewajiban-kewajiban dan sunnah-sunnah dalam agama Islam yang harus ia kerjakan. Mereka telah menyia-nyiakan anak mereka sewaktu kecil, sehingga mereka tidak bermanfaat untuk diri mereka sendiri . Mereka pun tidak bisa memberikan manfaat sedikit pun saat orang tuanya sudah lanjut usia. [](rel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Terbaru

Besok Ketua IKA USK Kukuhkan Amal Hasan Sebagai Ketua Ikafensy

BANDA ACEH – Ketua Umum Ikatan Keluarga dan Alumni Universitas Syiah Kuala (IKA USK)...

28 Nelayan Aceh Timur yang Ditahan di Thailand Tiba di Jakarta

JAKARTA - Sebanyak 28 nelayan asal Aceh Timur yang ditahan di Thailand sejak April...

Kunjungi Pasien Tumor Tyroid di RSUD, TP PKK Subulussalam Berikan Bantuan

SUBULUSSALAM - Ketua TP PKK Kota Subulussalam, Hj. Mariani Harahap, S.E mengunjungi pasien tumor...

PT Kencana Produksi 6 Ribu Ton Getah Pinus, Segini Penghasilan Penderes

BLANGKEJEREN - PT Kencana Hijau Bina Lestari yang beroprasi di Desa Pinang Rugub, Kecamatan...

Besok, FISIP Unimal Gelar FGD Pj Kepala Daerah, Ini Tujuannya

LHOKSEUMAWE – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh (FISIP Unimal) akan menggelar...

Ini Kata Amien Rais dan Wali Nanggroe Soal Implementasi MoU Helsinki yang Belum Tuntas

BANDA ACEH – Tokoh politik nasional yang juga dikenal sebagai Bapak Reformasi Indonesia, Amien...

Begini Pandangan Islam Terkait Korupsi

Tindak pidana korupsi tentunya melanggar hukum negara dan agama. Di dalam ajaran Islam, perbuatan...

KONI Pusat Gelar Rakor dengan Aceh-Sumut Kejar Persiapan PON 2024

JAKARTA – KONI Pusat menggelar Rapat koordinasi (Rakor) dengan Pemerintah Aceh, Pemerintah Provinsi Sumut,...

Wali Kota Lhokseumawe ‘Rombak Kabinet’, Ini Nama-Nama Pejabat Dilantik

LHOKSEUMAWE – Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, kembali 'merombak kabinetnya'. Kali ini, sebanyak 13...

Pegawai Kejari Gayo Lues Disuntik Vaksin Moderna

BLANGKEJEREN -- Pegawai Kejaksaan Negeri (Kejari) Gayo Lues mulai disuntik vaksin moderna sesuai surat...

Praktisi Hukum Asal Dewantara Minta Polres Lhokseumawe RJ-kan Perkara Pencurian di PIM

LHOKSEUMAWE - Muhammad Reza Maulana, S.H., praktisi hukum asal Dewantara, Aceh Utara, meminta pihak...

Terdakwa Kasus Korupsi Uang Makan Hafiz Gayo Lues Masih Terima Gaji, Segini Besarannya/Bulan

BLANGKEJEREN – Mantan Kepala Dinas Syariat Islam Gayo Lues berinisial HS yang menjadi terdakwa...

Sembilan Realitas Kematian yang Sering Dilalaikan Manusia, Apa Saja?

Setiap manusia pasti akan mengalami kematian. Maka sebagai Muslim perlu untuk mengetahui tentang kematian...

PNL Raih Peringkat Pertama Realisasi PNBP Terbesar

BANDA ACEH -- Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) berhasil meraih peringkat pertama realisasi Pendapatan Negara...

Begini Kondisi Proyek Lapangan Upacara Aceh Utara Rp1,4 M, tak Tampak Plang

LHOKSUKON – Proyek Penataan Lapangan Upacara Pusat Perkantoran Kabupaten Aceh Utara sumber dana APBK...

Polres Gayo Lues Musnahkan 59,75 Kg Ganja Milik Pelajar

BLANGKEJEREN – Sebanyak 59,755 Kg ganja kering dimusnaskan di halaman Polres Gayo Lues, Selasa,...

PIM Gelar Coastal Cleaning Up di Pantai Bangka Jaya dan Danau Laut Tawar

LHOKSEUMAWE - Karyawan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menggelar kegiatan coastal clean up atau...

Terdakwa Kasus Korupsi Uang Makan Minum Hafiz Dituntut 7,5 Tahun Penjara

BLANGKEJEREN -- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gayo Lues menuntut masing-masing 7,5...

Pertumbuhan Keuntungan BUMA Belum Capai Target, Berapa Pendapatan Asli Aceh Hasil Blok B 2021?

BANDA ACEH – Pertumbuhan keuntungan Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) sampai tahun 2020 belum...

Proyek Lapangan Upacara Aceh Utara Tahun 2021 Dikerjakan Hingga 2022, Dananya Diblokir

LHOKSUKON – Proyek Penataan Lapangan Upacara Pusat Perkantoran Kabupaten Aceh Utara sumber dana APBK...