UMRAH merupakan salah satu ibadah yang sangat banyak dikerjakan oleh masyarakat dewasa ini. Salah satu fenomena yang lagi ngetren saat melakukan ibadah di tanah suci, baik haji yang dilakukan pada bulan tertentu dan ibadah umrah sepanjang tahun, budaya itu dikenal dengan selfie atau swafoto.

“Dewasa ini masyarakat kita untuk mengabadikan gambar diri sendiri atau yang biasa disebut selfie pada momen-momen tertentu sudah menjadi lumrah dan menjadi budaya, ngetren bagi banyak orang pada saat ini. Tidak terkecuali di Haramain, dua tanah suci umat Islam yaitu Makkah dan Madinah,” ujar Teungku Haji Luthfi Sofyan Arongan atau akrab di sapa Ayah Panti pimpinan dayah Harapan Umat Arongan, Bireun.

Beliau menyebutkan, saat ini banyak jamaah haji maupun umrah yang ber-selfie di tempat-tempat, waktu dan kondisi tertentu.

Selfie memang tidak dilarang namun melakukan selfie seenaknya di tanah suci bukan tindakan bijak, mengingat Haramain merupakan tanah sakral bagi umat Islam. Jadi hendaknya jamaah haji mempertimbangkan beberapa hal sebelum ber-selfie di Haramain,” lanjut beliau untuk mengingatkan jamaah umrah bersama Ayah Panti dan rombongan.

Ayah Panti, menjelaskan Allah SWT memerintahkan kita sebagai jamaah umrah agar menunaikan ibadah tanpa riya’ dan tidak memamerkannya kepada orang lain. “Walaupun esensial riya itu patronnya dalam hati kita masing-masing, namun kita tidak membuka jalan ke arah riya tersebut.”

Ia juga mengajak kita agar merenungkan diri kita masing-masing dengan sebuah pesan baginda Nabi ketika tiba di Miqat, Rasulullah SAW bersabda: “Allah memerintahkan ibadah haji dilakukan tanpa riya’ dan tidak dipublikasikan kepada publik.

Beliau menambahkan bahwa sabda Rasulullah SAW itu disampaikan ketika beliau tiba di Miqat diikuti dengan tindakan dan praktek membersihkan rohani.

“Budaya sebagian jamaah haji dan umrah sekarang gemar mengambil gambar (selfie) ketika tiba di Miqat. Tidak hanya itu, mereka juga mengambil gambar saat melakukan tawaf, saat bermalam di Padang Arafah dan saat melempar jumrah,” katanya.

Ia mengingatkan, bagi yang ingin melakukan perjalanan umrah atau berangkat ke Makkah tidak hanya mengingat soal foto atau belanja saja, melainkan fokus juga untuk beribadah.

Bek di gampông gemar selfie-selfie, jeut ta kubah HP siat wate ka u Tanah Haramain, bek le gadoeh dengan selfie, tapi fokuskan beribadah,” ia mengingatkan.

Ayah Panti mengingatkan, kita telah menghabiskan waktu dan biaya serta kita tinggalkan keluarga dan umat di daerah masing-masing,sepatutnya kita di sana pergunakan waktu dan fokus beribadah dalam menggapai ridha Allah di tempat yang paling mulia di dunia ini.[]