BANDA ACEH – Warga menemukan janin gajah dalam kondisi sudah mati di kebun Desa Geunie, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie. Warga kemudian melaporkan temuan itu kepada pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh.

Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji Prabowo, Rabu, 31 Mei 2017, mengatakan, kematian janin gajah jantan tersebut disebabkan induknya keguguran. “Jenis kelamin janin jantan. Itu janin gajah, usia kehamilan kira-kira 12 bulan dari seharusnya 20-23 bulan normalnya. Keguguran induknya,” kata Sapto.

Sapto menjelaskan, penyebab keguguran induk gajah yang usia kehamilannya baru 12 bulan tersebut kemungkinan akibat stres ataupun faktor lainnya.

“Kenapa keguguran? Kata dokter seperti manusia, bisa jadi karena ada gerakan ekstrem yang menyebabkan kontraksi atau bisa karena stres,” kata Sapto. “Kondisi janin belum sempurna, tulang masih lunak, telinga belum ada, mata masih belum muncul,” kata dia lagi.

Sapto menyebutkan, janin gajah tersebut ditemukan di kebun dekat hutan. Pihak BKSDA menuju lokasi itu setelah mendapat laporan dari warga. Diperkirakan janin gajah tersebut sudah mati sekira dua hari sebelumnya. “Dilaporkan tadi malam, dicek BKSDA tadi pagi, perkiraan abortus dua hari yang lalu,” katanya.

Bangkai janin gajah yang telah divisum tim dokter tersebut kemudian dikubur pihak BKSDA di lokasi temuan.[]