(Kepada Eyang Sapardi)
Karya: Taufik Sentana*
Janji hujan lengkap dan sempurna
sejak waktu bermula
di awal kehidupan pertama.
Maka hiduplah yang sebelumnya mati.
Janji hujan yang basah-menggenangi
menjadi keindahan kosmik
pada sistem kita hingga kini.
Takaran janjinya tetap sama
tapi tangan tangan kita
tidak sama lagi
setelah mengenal industri
dan teknologi:
Kitalah yang merusak janji hujan.[]
Peminat Prosa. menyusun Buku Puisi Surat Hujan.



