LHOKSEUMAWE – Bakal calon Wali Kota Lhokseumawe, Sofyan, mengatakan geliat perekonomian masyarakat di Lhokseumawe saat ini masih dalam kategori menengah ke bawah. Hal ini menunjukkan jika kelompok fakir miskin dan anak yatim di daerah itu belum mendapatkan perhatian khusus.
Melihat kondisi itu, Sofyan dan pasangannya Zulkifli Yusuf bertekad untuk memberdayakan masyarakat dengan cara menghidupkan industri rumah tangga, koperasi dan usaha mikro lainnya. Sehingga kreativitas yang dimiliki masyarakat dapat mengantarkan mereka untuk bersaing dengan yang lainnya.
Banyak masyakarat kreatif, namun hal itu tidak diimbangi dengan perhatian pemerintah dalam memasarkan kerajinan masayarakat tersebut. Harusnya pemerintah menjamin pemasarannya sehingga hasil kerajinan masyarakat membuahkan hasil maksimal, kata Sofyan kepada portalsatu.com, usai mengumumkan pasangannnya di Coffee Time Lhokseumawe, Senin, 18 Juli 2016. (Baca: Perdana, Balon Wali Kota Lhokseumawe Umumkan Wakilnya)
Sofyan juga menyebutkan ke depan, jika dirinya terpilih ada beberapa sektor utama yang harus dibenahi di Kota Lhokseumawe. Yakni tata kelola pemerintahan dengan menempatkan orang sesuai keahliannya, meningkatkan kedisiplinan dan rasa tanggung jawab, transparan, akuntabel, efektif dan efisien.
Ta pileh SKPK beu sesuai ngen kualitas jih enteuk, bek na rekom ataupun lobi-lobi politik. Jika kalheh tapileh, tajok kewenangan yang lebeh bah kepala dinas jeut cok sikap peumaju Lhokseumawe ke arah lebeh get, sebut Sofyan.
Selain itu katanya, tatakelola keuangan daerah juga akan dibenahi dengan menekan angka korupsi, efisiensi anggaran, serta sektor pendidikan.
Pada sektor pendidikan, kita akan membangun laboratorium bahasa, perpustakaan terintegrasi, beasiswa, pertukaran pelajar baik nasional maupun intrrnasional melalui kerjasama dengan lembaga pendidikan dan kembaga swasta lainnya, kata Sofyan.[](ihn)



