LHOKSEUMAWE – Tarmizi A. Karim berjanji akan membenahi sistem birokrasi Pemerinatah Aceh jika ia terpilih menjadi gubernur. Menurutnya, pembenahan birokrasi harus menjadi fokus utama agar Aceh maju dan rakyat sejahtera.

“Jika terpilih, pastinya saya akan melakukan pembenahan beberapa aspek, termasuk utamanya birokrasi di pemerintahan itu sendiri,” kata Tarmizi kepada para wartawan saat temu ramah sekaligus meresmikan posko pemenangannya di Lhokseumawe, Jumat, 13 Mei 2016.

Tarmizi menjelaskan, jika Aceh ingin menyelesaikan persoalan ekonomi maupun ketertinggalan di bidang lainnya, hal utama yang harus dibenahi tata kelola pemerintahan. Birokrasi akan menjadi bagus apabila dijalankan orang-orang yang punya kapasitas.

“Tidak mungkin mereka yang tidak paham kita tempatkan begitu saja pada sebuah bidang. Namun, ke depan kita akan melihat terlebih dahulu bagaimana tingkat kompetensinya,” ujar Tarmizi.

Tarmizi menyebut ke depan sudah saatnya menempatkan orang-orang di pemerintahan Aceh berdasarkan kompetensi dengan melihat keahlian sesuai bidangnya, sehingga perencanaan pembangunan Aceh dijalankan lebih terarah.

Disinggung terkait akan berakhirnya dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh,  Tarmizi mengatakan, untuk mencapai hasil maksimal sebelum habisnya dana tersebut mesti ada upaya-upaya yang konkrit.

Menurut dia, upaya tersebut yakni membuat perencanaan yang besar melalui strategi jitu. “Aceh mempunyai potensi-potensi yang luar biasa, baik di daratan maupun sektor hilir (perairan). Sebelum waktunya habis, sekarang dengan sisa-sisa dana yang ada, kita lakukan pembenahan berkelanjutan termasuk adanya platform pembangunan Aceh dengan matang,” kataTarmizi.

Tarmizi menambahkan, pastinya hal tersebut tidak akan berjalan tanpa bantuan seluruh elemen masyarakat, termauk mantan kombatan.  “Majunya Aceh harus ada sikap sinergitas antara pemerintah dengan semua elemen di Aceh,” pungkasnya.[]