LHOKSUKON – Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) kembali menggelar seminar pendidikan bagi mahasiswa yang ada di Aceh Utara dan Lhokseumawe, Selasa, 19 November 2018.
Sebanyak 80 mahasiswa yang hadir di acara tersebut hikmat mendengarkan paparan mengenai pendidikan yang ada di Aceh dengan pemateri yang disampaikan oleh Azhari S.T,.S.Pd,.T.Gr. Kegiatan seminar tersebut dilaksanakan di Lido Graha Hotel.
Dalam materi yang disampaikan Azhari, pemuda Aceh harus kreatif, inovatif dan peduli terhadap lingkungan sekitar. “Kita harus bangga dengan apa yang kita miliki dan percaya diri, pemuda Aceh harus kuat, pintar dan visioner seperti pejuang-pejuang kita dulu. Di antaranya, Paduka Yang Mulia Hasan Muhammad Di Tiro. Apalagi yang saya jumpai ini adalah anak-anak syuhada darah-darah pejuang,” ujar Azhari.
Seminar tersebut mengusung tema “pendidikan menjawab kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Aceh”. Tujuan dari tema tersebut seperti yang disampaikan oleh pembina JASA, M Jhony, yaitu generasi Aceh harus peka terhadap pendidikan sebagai cikal bakal peradaban yang dibangun.
“Dengan pendidikan kita mampu memahami apapun yang terjadi di Aceh, termasuk memahami arah politik yang tertuang di dalam MoU Helsinki dan upaya mengimplementasikannya. Karena apapun yang terjadi di Aceh terkait kesejahteraan dan hak kekhususan Aceh, hanya bisa diwujudkan melalui pendidikan. Generasi muda sekarang harus bangga dengan identitasnya sendiri sebagai darah Aceh yang memiliki kemulian dan dihormati oleh bangsa lain,” ucap Jhony.
Jhony mengingatkan, kepada anak syuhada dan mahasiswa yang hadir agar selalu kembali kepada sejarah karena Aceh bisa seperti sekarang ini berkat perjuangan dan pengorbanan para syuhada yang tidak boleh dilupakan. “Seharusnya dalam tas mahasiswa sekarang itu wajib ada buku MoU, agar generasi muda ini paham dengan isi yang tertuang dalam perjanjian MoU Helsinki,” kata Jhony.
Ketua Panitia, Murhalim S.Pd sangat mengapresiasi kepada kawan-kawan yang telah berkontribusi menyukseskan acara ini. “Acara ini kerjasama Lembaga JASA dengan Kemendikbud. Insya Allah kita akan selalu melakukan komunikasi dan menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan, baik di tingkat daerah, Nasional maupun International. Karena kegiatan seperti ini bisa menumbuhkan motivasi dan meningkatkan kapasitas mereka agar menjadi generasi yang mampu berdiri di atas kakinya sendiri,” pungkas Murhalim.[] rel



