BANDA ACEH – Seorang bocah yang tenggelam di Krueng (Sungai) Batee Iliek di Kecamatan Samalanga, Bireuen, ditemukan sudah meninggal dunia, Selasa, 5 September 2017, sekitar pukul 10.30 WIB.

Nazar Mulia, anggota Tim SAR Pidie Jaya kepada portalsatu.com melalui telepon seluler menyebutkan, korban bernama M. Nasir, 11 tahun, anak dari Usman, 40 tahun, warga Dusun Barat, Desa Blang Panyang, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen.

“Terungkap korban tenggelam dan terseret arus sungai setelah jasadnya ditemukan di dalam genangan sampah di dalam sungai tersebut. Kejadiannya saat korban mandi bersama warga lainnya di bagian selatan jembatan Batee Iliek, Sabtu, 2 September 2017, pukul 17.00 WIB,” kata Nazar.

Menurut Nazar, awalnya korban datang bersama rombongan satu mobil dari kampungnya. Baru diketahui korban hilang saat mobil itu berangkat pulang, ternyata jumlah anggota rombongan belum lengkap.

“Saat (anggota rombongan) balik ke lokasi, hanya ditemukan baju (milik korban). Hari pertama kejadian, evakuasi tidak langsung dilakukan karena tim tidak yakin dengan status korban, apakah tenggelam atau dibawa makhluk halus,” ujar Nazar.

Pasalnya, kata Nazar, berdasarkan informasi dari penduduk setempat, ada kemungkinan korban dibawa oleh makhluk halus. “Karena pernah ada kejadiannya di tempat tersebut, dan diatasnya juga ada gua yang tembus ke sungai sehingga proses pencarian korban dilakukan pada dua sisi. Selain mencari di dalam air, tim juga melakukan pencarian di darat,” katanya.

Nazar menyebutkan, pencarian dilakukan selama tiga hari. “Akhirnya korban ditemukan tidak jauh dari tempat kejadian, berada di dalam genangan sampah yang terkumpul di dalam Sungai Batee Iliek,” ujarnya.

Menurut Nazar, proses evakuasi jasad korban melibatkan tim SAR Pidie Jaya, SAR Bireuen, BPBD, Tagana, PMI, Polri dan TNI.[]

Laporan Taufan Mustafa