LHOKSEUMAWE – Warga Gampong Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, memprotes kebijakan geuchik terkait jatah kerja warga di PT. Wijaya Karya (Wika) lantaran dinilai tidak transparan dan tanpa musyawarah, Senin, 21 Agustus 2017, sekitar pukul 10.00 WIB.

Awalnya, masyarakat berkumpul di depan kantor geuchik untuk menghadiri acara tarik tos jatah kerja seorang warga setempat pada PT. Wika di kompleks Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Arun, Lhokseumawe. Pasalnya, nama calon pekerja dari jatah gampong lingkungan proyek itu harus sudah masuk ke manajemen perusahaan selambat-lambatnya, Rabu, 23 Agustus 2017.

Acara tarik tos itu kemudian berubah menjadi aksi protes. Masyarakat menuntut Geuchik Ujong Blang Basyir Husaini membatalkan jatah kerja seorang pemuda di PT. Wika karena tidak melalui proses tarik tos di gampong tersebut.

“Kami tidak akan melakukan tarik tos sebelum Bapak Geuchik menarik jatah kerja di PT. Wika yang terlanjur bapak berikan kepada seorang warga. Kami protes karena tidak ada tarik tos, itu tidak demokratis,” teriak seorang pemuda.

Sempat terjadi ketegangan antara warga dan perangkat desa yaitu Geuchik Basyir Husaini, Imum Gampong Tgk. Safwandi, Ketua Pemuda Ridwan dan Panglima Laot Abdullah.

Selain itu, geuchik juga dituding menerima uang dari warga yang diberi jatah kerja tersebut. Mendengar tudingan itu, geuchik mengakui menerima dana Rp1 juta dari warga yang diberikan pekerjaan tersebut. Hanya saja, ia kecewa kepada warga karena dinilai memperbesar masalah itu sampai datang polisi dan wartawan.

“Saya akui saya terima uang, tapi ini bukan masalah besar. Kalian semua hadir di sini seakan saya telah melakukan masalah besar sampai-sampai ada wartawan dan polisi. Saya bisa jelaskan baik-baik, tidak harus seramai ini, kalau memang kalian ingin seperti ini, ya, saya terima,” kata geuchik menjawab tuntutan warga.

Sekitar pukul 11.30 WIB, sejumlah personel Polsek Banda Sakti datang ke lokasi untuk mengantisipasi terjadinya aksi anarkis warga. Kemudian sekitar pukul 12.00 WIB lahir kesepakatan, geuchik akan menarik kembali jatah kerja seorang warga di PT. Wika, tetapi ia meminta waktu karena harus melewati prosedur perusahaan.

Usai aksi tersebut, Razy, pemuda Ujong Blang kepada portalsatu.com menjelaskan, sudah ada kesepakatan yaitu geuchik dan ketua pemuda menjumpai manajemen PT. Wika untuk membuat kesepakatan ulang terkait jatah kerja bagi warga Gampong Ujong Blang. Terutama meminta pihak PT. Wika mengganti seorang pekerja dari Gampong Ujong Blang di bagian security. Calon pekerja itu nantinya harus berdasarkan hasil penarikan tos oleh warga.

Razy menyebutkan, di akhir aksi di kantor geuchik itu, warga juga menuntut aparatur gampong transparan terkait penggunaan dana desa. Karena selama ini warga menduga aparatur desa mengelola dana itu tidak sesuai prosedur. “Terkait masalah dana desa akan ada pertemuan selanjutnya dan itu telah disepakati oleh aparatur desa dengan warga,” ujarnya.[]