LHOKSEUMAWE – Presiden Joko Widodo menjelaskan, Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) seperti PLTMG Arun yang diresmikan hari ini sangat efisien dalam mengurangi persoalan listrik yang menjadi keluhan masyarakat Indonesia.

“Percepatan seperti ini yang diperlukan untuk mengurai permasalahan listrik, walau harganya sedikit lebih mahal dibanding dengan menggunakan batu bara. Ada yang pakai batu bara, itu bisa memakan waktu 4 hingga 5 tahun seperti di Batang dan Tanjung Jati,” kata Presiden Joko Widodo, usai meresmikan PLTMG Arun di Desa Meuria Paloh, Lhokseumawe, Kamis, 2 Juni 2016.

Menurut Jokowi, proyek dengan menggunakan mesin gas lebih cepat pembangunannya. “Tiga bulan untuk konstruksi dan 6 bulan untuk memasukkan serta mambangun mesinnya, sedangkan dengan menggunakan tenaga batu bara membutuhkan waktu yang cukup lama sampai lima tahun,” tambah Jokowi.

Jokowi juga mengatakan, secara pasti PLTMG ini tidak mencukupi dengan kapasitas daya hanya 184 MW. “184 megawatt tetap masih kurang dan ke depan akan ditambah lagi hingga 250 megawatt dan juga akan dibangun pembangkit listrik tenaga microhidro di Peusangan dan geothermal di Seulawah,” katanya.[](ihn)