KOLOMBO – Tak semua orang tahu berapa harga batu akik dan batu mulia yang dimilikinya. Termasuk pemilik batu mulia yang satu ini.
Sebiji batu mulia yang ada di Srilanka ini diperkirakan menjadi safir 'blue star' yang terbesar di dunia.
Dengan kadar 1.404 karat, batu safir ini ditaksir bisa dijual dengan harga mencapai 120 juta poundsterling, atau sekitar Rp 2,4 triliun!
Media Inggris, The Daily Mail, yang mengutip dari media lokal Srilanka, menyebut batu ini ditemukan pada Agustus lalu.
Batu mulia ini ditambang dari Ratnapura, sebuah kota di selatan Srilanka yang juga sering disebut 'kota batu mulia'.
Pemiliknya saat ini, sebagaimana dikutip dari koran Sri Lanka, Ceylon Today, tak mau disebut namanya.
Ia hanya mengatakan bahwa ia merinding saat mengetahui nilai batu temuannya itu.
Ia juga menolak menyebut berapa membeli batu tersebut.
Dia menamai batu ini dengan Bintang Adam.
“Batu ini terlalu besar untuk dijadikan perhiasan. Mungkin akan saya simpan di museum saja,” katanya.
Srilanka terkenal sebagai negara penghasil batu safir berkualitas tinggi.
Pada 2011, Asosiasi Perhiasan dan Batu Mulia Srilanka menyebut ke BBC, bahwa batu safir yang ada di cincin pertunangan istri Pangeran William, Kate Middleton, berasal dari negara itu.
Batu ini dulunya dipakai oleh mendiang Putri Diana.
Asal tahu saja, batu safir jenis 'blue star' alias bintang biru memang salah satu yang paling mahal.
Lihat saja di situs jual beli batu mulia dunia, Gemhut.
Di sini, secuil safir blue star oval seukuran 5 karat saja sudah dihargai 1.000 dolar Amerika, atau sekitar Rp 9 juta!
Tahan Ratusan Tahun
Batu safir dikenal sebagai salah satu batu permata yang paling berharga.
Batu ini dinilai punya kemampuan untuk memantulkan cahaya seperti cermin, dan jadi salah satu batu yang paling keras, tentunya setelah berlian.
Karena itulah, batu ini dapat dikenakan di cincin dan gelang selama berabad-abad.
Safir, yang berasal dari bahasa Ibrani sapir, adalah bentuk kristal tunggal aluminium oksida (Al2O3), suatu mineral yang dikenal sebagai korundum.
Safir dapat ditemukan secara alami sebagai batu permata atau difabrikasi pada boule kristal besar untuk berbagai keperluan, termasuk komponen optik inframerah, permukaan jam, jendela yang kuat, dan wafer untuk deposisi semikonduktor seperti nanorod GaN.
Kelompok korundum termasuk aluminium murni. Sejumlah kecil unsur lain seperti besi, titanium, dan kromium memberikan warna biru, kuning, merah muda, ungu, jingga, atau kehijauan terhadap safir.
Safir termasuk semua variasi kualitas mineral korundum kecuali yang memiliki warna merah jenuh penuh, yang dikenal sebagai rubi.[] sumber: tribunnews.com


