SUBULUSSALAM – Kamampuan lima pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Subulussalam akan diuji oleh dua panelis profesional terkait visi dan misi serta program kerja paslon dalam debat kandidat di gedung DPRK setempat, Selasa, 8 Mei 2018.
Lantas bagaimana persiapan masing-masing paslon menjelang debat publik yang disiarkan langsung salah satu televisi swasta iNews TV pada pukul 15:00 sampai 16:00 WIB itu?
Calon Wali Kota Subulussalam nomor urut 3, H. Asmauddin mengaku tidak ada persiapan khusus karena visi misi dan program kerja H. Asmauddin – Hj. Asmidar (Hamas) dibuat sendiri, bukan hasil tempahan. Didampingi wakilnya, Asmidar, ia mengaku telah menguasai apa yang akan disampaikan dalam debat kandidat besok.
“Kita buat sendiri, jadi kita sudah menguasai semua, termasuk 15 program unggulan Hamas,” kata Asmauddin di sela-sela briefing persiapan debat besok.
Sementara Hj. Sartina, paslon nomor urut 2 ini menyebutkan masalah tanya jawab hal biasa, apalagi saat melobi partai politik pengusung dan pendukung, di sana juga ada pemaparan visi misi dan program kerja serta ada pernyataan balik dari partai dan itu bisa dijawab dengan baik.
“Kita sudah tahu kondisi Subulussalam ini, tahu apa yang harus dibuat. Tidak ada persiapan khusus, mungkin yang perlu dijaga mental jangan ngedrop itu saja, karena kalau ngedrop bisa hilang nanti apa yang ingin disampaikan,” ujar istri Merah Sakti ini.
Sedangkan calon nomor urut 4, H. Anasri mengatakan ia bersama wakilnya, Ustaz Sabaruddin telah memahami semua visi misi dan program kerja, tinggal menyampaikan saja saat debat besok.
Sementara calon Wakil Wali Kota Salmaza mengatakan terkait kesiapan paslon nomor urut 5 akan dibicarakan bersama tim pendukung di rumah calon Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang, sehingga bisa tampil maksimal saat debat publik besok.
Sementara paslon nomor 1, Jalaluddin – Wagiman atau Jawara melalui Sekretaris Tim Pemenangan Jawara mengatakan, selama ini pihaknya dari rumah ke rumah juga sudah menyampaikan visi misi dan program kerja Jawara. Dalam debat publik ini tinggal menyampaikan poin-poin penting saja karena waktu yang diberikan terbatas.[]



