REDELONG – Jelang Lebaran Idul Fitri 1437 H, pengguna jasa penerbangan di Bandara Rembele Bener Meriah membludak.
Kendati demikian, pihak bandara hanya melayani tiga kali penerbangan dalam sepekan yakni Selasa, Kamis dan Sabtu dengan satu maskapai Susi Air kapasitas 12 penumpang.
“Memang selama ini penumpangnya full. Malah banyak masyarakat yang kehabisan tiket,” kata Humas Bandara Rembele Iwan Mulia kepada portalsatu.com, Sabtu, 2 Juli 2016.
Disebutkan, Bandara Rembele masih memberlakukan tarif subsidi sesuai aturan Menteri Perhubungan RI dengan harga Rp416.000 persatu orang trayek Rembele-Kuala Namu Sumatera Utara.
Iwan Mulia mengakui Bandara Rembele sejak diresmikan Jokowi beberapa waktu lalu, mulai menunjukkan peningkatan meski di luar jadwal mudik lebaran.
Menurutnya, alasan penumpang memilih jasa penerbangan udara, d isamping mempersingkat waktu, juga tarif yang dibebankan tergolong murah dengan subsidi yang ada.
Ke depan, kata Iwan, pihaknya terus melakukan koordinaasi dengan maskapai penerbangan agar Bandara Rembele mendapat penambahan maskapai untuk pelayanan prima.
“Kita sudah jalin komunikasi dengan maskapai Garuda Indonesia dan Lion Group pesawat jenis ATR 72 dengan kapasitas 70 penumpang. Mudah-mudahan beberapa perusahaan penerbangan yang kita jalin komunikasi bersedia menempatkan pesawatnya di Bandara Rembele,” katanya.
Bandara Rembele, kata Iwan, belum dapat didarat oleh maskapai jenis Boing 737 Seri 800, lantaran masih kekurangan landasan pacu.
“Tapi kalau Series 500 dengan kapasitas 100 penumpang kita sudah bisa,” demikian Iwan Mulia.[]

