LHOKSEUMAWE – Tarif tiket bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) menjelang lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah, di Terminal Tipe A Lhokseumawe mengalami kenaikan mencapai 35 persen dari hari biasanya.

Salah seorang petugas loket tiket di Terminal Lhokseumawe, Feri, mengatakan, kenaikan tarif tersebut berlaku sejak 29 Mei sampai 13 Juni 2019. “Akan tetapi kenaikan tarif tiket bus tidak dipersoalkan oleh para calon penumpang, karena ini memang sudah biasa terjadi ketika menjelang lebaran dan harga tinggi pun tidak berlaku lama,” kata Feri kepada portalsatu.com/, Sabtu, 1 Juni 2019, dini hari.

Sebelumnya, kata Feri, harga tiket hanya Rp120 ribu dan sekarang naik menjadi Rp160 ribu per penumpang tujuan Medan, Sumatera Utara. Dari Lhokseumawe, kata dia, kebanyakan pemesan tiket mudik tujuan Sumatera Utara.

Koordinator Terminal Tipe A Lhokseumawe Ditjen Hubungan Darat Kementerian Perhubungan, Siti Nurhasyimah, mengungkapkan, untuk tarif tiket bus saat ini tujuan Lhokseumawe-Medan dan Lhokseumawe-Banda Aceh mengalami kenaikan mulai dari Rp145 ribu sampai Rp195 ribu, tergantung jenis bus yang digunakan calon penumpang.

“Seperti tiket jenis bus Kurnia seharga Rp155 ribu dari sebelumnya Rp120 ribu. Sedangkan double decker tarif tiketnya mencapai Rp195 ribu dan sebelumnya Rp160 ribu,” ujar Siti Nurhasyimah.

Ia menambahkan, pada umumnya semua jenis bus itu mengalami kenaikan tiket mencapai 35 persen dari sebelumnya. Kenaikan harga tiket itu hal biasa dan wajar, karena animo masyarakat untuk menggunakan jasa transportasi darat meningkat.

Siti mengimbau masyarakat membeli tiket bus di terminal guna menghindari peralihan ke transportasi lain di tengah perjalanan.[]